Saturday, March 17, 2012

Pasir Putih Parai

Bangka 2009

Setelah bertahun-tahun saya berkesempatan untuk kembali menjejakkan kaki di Pulau Bangka. Memori kunjungan di Pulau ini sewaktu masih kecil sama sekali tidak berbekas X_X. Bersama dengan teman (dan temannya teman) dengan total 9 orang kami mengambil liburan tiga hari di Bangka.

Menginap di Parai Beach Resort & Spa, hotel bintang 4 yang dimiliki oleh El Jhon Group. Di sinilah Pantai Parai berada. Pantai Parai adalah pantai paling populer dan eksklusif di Provinsi Bangka Belitung. Tepatnya berlokasi di kota Sungailiat yang berjarak kurang lebih 1 jam menggunakan mobil dari airport Depati Amir Bangka. 

Karena Pantai Parai tidak dikelola oleh pemerintah tetapi ditangani secara profesional oleh pihak swasta maka ada tiket masuk yang harus dikeluarkan untuk mengunjungi pantai ini, yaitu sekitar Rp 25.000,-. Kecuali anda menginap di Parai Beach Resort & Spa maka bebas main di pantai ini sesuka hati.
sunset
Sore hari saat kami sampai hujan turun, rencana main air di pantai pun terpaksa dibatalkan karena ombak cukup tinggi. Akhirnya beralih ke kolam renang hotel. Saat ini hanya kami yang berada di kolam renang, penghuni lainnya pasti sedang asyik berteduh di kamar..hahahaa..
awan hitam
Di ujung kiri pantai, terdapat gugusan bebatuan yang ditata indah yaitu Rock Island. Pada malam hari pengunjung dapat bersantai menikmati hidangan lezat dan minuman bar di The Rock Island Grill and Bar, sambil mendengarkan deburan ombak yang menerpa bebatuan besar di sekitar restoran tersebut. Akses menuju Rock Island ini adalah melalui sebuah jembatan dengan lampu-lampu di kiri kanannya.
Pantai Parai bersih (mungkin karena private beach) dengan pasir putihnya yang menawan. Batu-batu granit berukuran besar bertebaran sepanjang pantai, sangat cocok untuk photo-photo bernarsis ria :D
Jika anda tidak narsis jangan khawatir pihak hotel menyediakan aneka permainan air seperti banana boat dan parasailing ataupun diving untuk menikmati keindahan terumbu karang. 

Hanya sayang Pantai ini sangat panas, mataharinya terik sekali...seandainya ada pantai yang sejukk pasti saya akan lebih suka ke pantai d...heehee 8->

Friday, March 9, 2012

Oleh-oleh...Haruskah?

Menurut KBBI oleh-oleh adalah sesuatu yang dibawa dari bepergian; buah tangan. Sebagai orang Indonesia sepertinya oleh-oleh wajib hukumnya, setidaknya dari bepergian kita harus membawakan buah tangan untuk keluarga, sahabat, dan teman kantor. 

Katanya oleh-oleh ini adalah tanda bahwa kita yang sedang melakukan perjalanan tetap ingat dengan keluarga dan sahabat. Terkadang bingung juga saat memilih oleh-oleh, takut tidak cocok, jadi tidak dihargai dan akhirnya dibuang.

Biasa saya memberikan makanan atau minuman khas setempat. Kelebihannya mudah didapat dan tidak perlu memikirkan soal kecocokan karena bisa untuk siapa saja. Dari segi budget pun bisa cukup hemat karena tidak perlu membeli sesuai jumlah orang yang akan diberi (satu kantung makanan bisa dimakan ramai-ramai :D). Namun oleh-oleh jenis ini ada kendalanya juga yaitu lumayan berat jadi cukup repot membawanya dan tidak tahan lama.

Nah ada juga yang namanya titip oleh-oleh. Begitu ada yang mengetahui kita akan pergi kesuatu tempat, biasanya akan ada pesanan barang tertentu yang katanya hanya ada di tempat yang kita kunjungi itu. Hati-hati dengan orang yang menitip dibelikan sesuatu dan kemudian akan diganti katanya. Bisa terjadi barang beda warna, beda ukuran atau sedikit di luar budget, bisa-bisa uang tidak diganti...hiks...

Saya tidak pernah meminta atau menitip oleh-oleh tetapi tentu tidak menolak jika diberikan...huahaa...anyway memang lebih enak jika tidak ada yang titip-menitip jadi kita bisa menikmati liburan dengan nyaman (tidak perlu spare waktu khusus untuk mencarai barang titipan tersebut).

Saran saya tidak perlulah memaksakan diri membeli oleh-oleh jika memang tidak ada budget, kecuali sudah diberi uang tunai dahulu oleh si penitip untuk membeli sesuatu. Hukuman terberatnya ya paling digosipin sebagai orang pelit....hihiiii....eh tapi ya pelit itu beda tipis sama hemat loh...so kalau mau perjalanan yang hemat tidak perlu membawa oleh-oleh :D
oleh-oleh yang pernah saya terima

Friday, March 2, 2012

Menikmati Sunrise di Desa Cimelati

Aktifitas lainnya yang ditawarkan oleh Pondok Maos adalah Lintas Desa, yaitu keliling kampung sekitar 3 km menyusuri perkampungan penduduk, areal persawahan, kebun dan tambak ikan. Biayanya (hasil nego) Rp 50.000 untuk 1 rombongan (seharusnya Rp 10.000/org). Dan kami request perjalanan di pagi hari, niatnya sekalian menyaksikan sunrise di tengah areal persawahan.

Beranjak dari Pondok Maos jam 05.00 kami bersama seorang guide menyusuri Desa Cimelati. Ditemani udara dingin dan kabut pagi kami memulai perjalanan menyusuri rumah penduduk sebelum sampai di areal persawahan.
 udara dingin dengan sapuan kehangatan mentari

ga ketemu petani ya
  
Kalina cape...minta gendong donk om^^
(photographs by Mr. Daru)

Thursday, March 1, 2012

Lomba Tangkap Ikan : Pondok Maos Cimelati

Refreshing sejenak dari bombardiran tugas-tugas kantor, pada weekend di pertengahan 2010 kami menuju penginapan Pondok Maos. Pondok Maos merupakan Komplek Desa Wisata yang terletak di daerah Cimelati Cicurug Sukabumi, di kaki Gunung Salak. 

Berangkat dari Jakarta 3 mobil sedangkan Pak Boss dari Bandung. Perjalanan cukup lancar dan kami sampai sekitar tengah hari. Makan siang dulu sebelum menuju Pondok Maos.

Kami menyewa Gubuk Kantil. Lokasi Gubuk Kantil ini di belakang kawasan Pondok Maos, terpisah dari "gubuk-gubuk" lainnya. Bangunan tua, tapi lumayan lah, masih layak ditinggali :D Terdapat 4 kamar tidur, 3 kamar mandi, ruang keluarga, aula, tempat parkir mobil sendiri dan kolam ikan.

Setelah unpack barang-barang bawaan, kami menuju kolam renang. Teman-teman pria berenang kemudian dilanjutkan dengan permainan pukul bantal di tengah kolam renang. Seperti sedang menonton acara 17-an gitu...hahaaa.

Setelah puas main air kami melanjutkan dengan lomba tangkap ikan. Biayanya Rp 15.000 per orang. Pihak Pondok Maos yang akan memandu lomba. Kami dapat memilih kolam lumpur atau kolam air bening untuk permainan ini. Tentu saja kami memilih air bening donk...hihiii...nanti susah cuci bajunya kalau main di kolam lumpur. Dan kami pun di bagi dalam 2 team.

Ikan-ikan hasil tangkapan ini bisa dibakar atau digoreng sesuai permintaan. Lumayan banyak juga hasil tangkapan mereka. Humm..kow mereka? Ya karena saya tidak berhasil menangkap satu ekor ikan pun. Sibuk ketawa melihat mereka rebutan ikan :p

What a fun time <:-P