Saturday, December 31, 2016

2016 Best Nine

Dec 2016

  • Tahun 2016 ini berasa lebih cepat berlalu dari tahun-tahun sebelumnya
  • Tahun 2016 ini juga tahun yang paling sedikit jalan-jalannya, kebanyakan makan-makannya
  • Tahun 2016 ini tahun dengan timbangan paling berat (merujuk pada poin di atas :p)
  • Tahun 2016 ini ga heran kalau #2016BestNine didominasi oleh photo-photo makanan
  • Tahun 2016 ini akhirnya lulus S1 
 

Happy New Year Eve....

xoxo
iKa.

Sunday, December 25, 2016

Merry Christmas 2016

Dec 2016

Best Wishes for A Happy Christmas

xoxo
Ika

Tuesday, October 11, 2016

Rumah Tjong A Fie

May 2016
Tjong A Fie Mansion
Setelah kenyang di Restoran Tip Top kami beranjak menuju Tjong A Fie Mansion atau rumahnya Tjong A Fie semasa hidup di Medan. Mungkin sudah banyak yang tahu ya, kalau Tjong A Fie ini legendaris banget di Medan. Beliau merupakan orang terkaya di kota Medan pada masanya. Jadi rumah yang terletak di Jl. A. Yani ini dibangun untuk istri ketiganya dan anak-anak dari istrinya ini. Istri keduanya juga diberikan rumah yang tak kalah megahnya di Penang. Sedangkan istri pertama di China tidak banyak yang tahu ceritanya, ya karena Tjong A Fie ini mendapat kekayaannya dari hasil kerja kerasnya di wilayah Hindia Belanda, setelah meninggalkan China.
Tjong A Fie Mansion - Sempoa
Tjong A Fie Mansion - Vacuum Cleaner
Untuk dapat melihat-lihat bagian dalam rumah ini, kita harus membeli tiket masuk sebesar IDR 35.000/orang dan harus ditemani guide untuk berkeliling, karena katanya beberapa bagian rumah ini masih aktif ditinggali oleh keturunan Tjong A Fie. Rumah ini telah berusia ratusan tahun, jadi oleh karena termakan usia dan kurangnya dana pemeliharaan,  beberapa bagian rumah bernilai seni sangat tinggi telah rusak. Ini bukti harta banyak bisa habis sebelum tujuh turunan ya, apalagi jika keturunannya beranak pihak banyak :)>- Eh tapi sebenarnya setelah wafatnya, sebagaian besar harta Tjong A Fie dihibahkan untuk amal sesuai wasiat beliau.

Saat berkeliling di lantai dua, guide tidak mengizinkan kami mengambil foto ruang sembayang di lantai dua tersebut, lagian serem lah ya kalau ada yang ikutan mau difoto tiba-tiba. Secara keseluruhan menurut saya rumah yang di Penang lebih terawat atau setidaknya koleksi-koleksi yang ditampilkan lebih banyak. Atau juga memang istri yang di Penang lebih suka shopping dibanding istri yang di Medan ya jadi koleksinya lebih banyak. Atau yang di Mansion Peranakan Penang ini bukan rumahnya Tjong A Fie ya? hehee....ya secara waktu mengunjunginya tidak menggunakan guide soalnya :D
Tjong A Fie Mansion

Friday, September 30, 2016

Restoran Tip Top Medan

May 2016

Kadang merasa bersalah karena punya blog tapi sering dianggurin. Pengen pecut diri sendiri biar (agak) rajin lagi ngeblognya, ehh tapi kalau udah jarang jalan-jalan apa yang mau diceritain ya..hehehe..jadi ini dia lanjutan dari posting perjalanan Medan-Parapat-Samosir.......

Dari Kuala Namu Airport, tujuan pertama kami adalah meredakan kelaparan. Rekomendasi dari supir di bawahlah kami ke Restoran Tip Top yang mana dekat dengan destinasi selanjutnya yaitu Tjong A Fie Mansion. Restoran Tip Top ini kabarnya sangat melegenda di Kota Medan dengan hidangan andalannya ice cream cita rasa kolonial. Lokasinya di daerah Kesawan yang juga tidak jauh dari pusat kota Medan dan cukup berjalan kaki menuju Tjong A Fie Mansion. 

Menurut saya, konsep jadul restoran ini mirip-mirip dengan Toko Oen di Malang, tetapi dari menu sedikit berbeda, lebih banyak makanan beratnya (Western, Chinese dan Indonesian Food). Berikut beberapa menu yang kami coba.




Secara ukuran restoran ini cukup luas, bagian depan area terbuka dan bisa merokok, bagian dalam bebas rokok dan ber-AC. Untuk lantai atas baru dibuka jika lantai bawah sudah penuh atau jika ada acara. Hanya saja atap terlalu rendah dan lampu agak remang-remang, membuat suasana kurang nyaman.

oh ya ada kedai nasi campur / warteq di pojok depan, yang harganya tidak semurah di warteq Jakarta :D



Tip Top Restaurant
Jalan. Jend. A. Yani 92 (Kesawan)
Medan

Saturday, September 3, 2016

How I Spend My Weekend : Pameran Flona 2016

Sep 2016

Dikarenakan waktu, dana dan partner traveling yang semakin susah, akhirnya saya memutuskan mencari hobi lain selain jalan-jalan yang kata si mama buang-buang duit itu. Salah satunya adalah berkebun, yaaa walau hanya punya sepetak tanah di teras depan rumah bukan kebun luas berhektar-hektar, bolehlah ya aktifitas ini tetap disebut berkebun. #maksa :D

Untuk menunjang hobi ini, saya jadi suka hunting tanaman, bibit atau benih secara online. Untuk benih biasa beli di Petani Rumahan, bibit beli di Kebun Bibit, dan untuk tanah serta tanaman hias biasa beli di pinggir jalan dekat rumah. 

Secara tidak sengaja lagi bolak-balik koran Kompas di taxi, saya melihat iklan acara Flona 2016. Excited banget pengen liat, pengen beli dan pengen photo-photo. Jadi Flona ini adalah acara pameran flora dan fauna yang berlokasi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Biasanya dilaksanakan dua kali dalam setahun.

Flona 2016 resmi dibuka tanggal 5 Agustus dan akan berlangsung satu bulan, yaitu sampai 5 September besok. Sengaja geret suami datang pagi-pagi biar ga susah dapet parkir dan ga kepanasan.

Pengen liat seperti apa pamerannya? yuk mari berikut photo-photonya…

Sunday, July 10, 2016

Mid Year Trip : Medan-Parapat-Samosir

May 2016

Bersyukur setelah setengah tahun vakum angkat ransel, akhirnya di penghujung Mei kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Medan, Parapat dan Pulau Samosir. Senang bangetlah, setelah sebelumnya pengen banget jalan-jalan lagi
beautiful Lake Toba

Perjalanan 4 hari 3 malam ini direncanakan 1 bulan sebelumnya dengan rute Medan-Parapat-Samosir-Brastagi-Medan. Apa daya seminggu sebelum hari H, Gunung Sinabung meletus kembali, rute Brastagi akhirnya di-skip. Di Brastagi ini lah sepertinya yang lebih banyak tempat wisatanya ya, tapi ga papa d lain waktu berarti harus balik lagi ke Sumatera Utara untuk mengunjungi Brastagi.

Selama 4 hari ini kami menyewa kendaraan Innova dengan pertimbangan akan lebih banyak di mobil, dengan perjalanan panjang berjam-jam serta ada bawa orang tua dan anak kecil, Innova akan lebih nyaman bagi perjalanan kami. Bagi yang ingin ke Medan dan sekitarnya dapat menghubungi driver kami ini, rekomen banget, agak pemalu sich tapi baik, nyetirnya ga ngebut dan ga rese.

Dari Bandara Kuala Namu kami langsung menuju Restoran Tip Top di Kota Medan untuk makan siang, kemudian langsung menuju Museum Tjong Afie yang berada tidak jauh dari restoran tersebut. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Parapat yang memakan waktu sekitar 5 jam. Dalam perjalanan menuju Parapat kami singgah di Restoran Sehat Pematang Siantar untuk makan malam.

Hari kedua perjalanan dimulai dengan menuju Pelabuhan Ajibata menuju Tomok dengan feri. Hari Kedua ini kami menginap di Desa Tuk-Tuk dan keesokan sorenya kembali ke Medan. Hari terakhir di kota Medan diisi dengan belanja oleh-oleh dan menuju Graha Maria Annai Velangkanni. Detail perjalanan akan di post secara terpisah ya.

***
Sewa kendaraan Innova di Medan dan sekitarnya
Kurniawan 
HP 082167473010
Rp 800.000/hari sudah termasuk BBM, tol dan penginapan supir

Sunday, July 3, 2016

Rujak Soto Banyuwangi

Dec 2016
rujak soto
Salah satu kuliner yang kami cicipi dalam perjalan dari Ijen ke Banyuwagi adalah Rujak Soto. Makanan ini rekomendasi dari supir yang kami sewa. Makanan mirip pecel ini disiram kuah soto kuning lengkap dengan jeroan, ditambah kecap manis, emping, juga kerupuk udang. Perpaduan antara bumbu kacang dan kuah soto menghasilkan rasa yang agak unik, yang mana tidak saya suka :D
rujak soto
Selain Rujak Soto, di Banyuwangi  ada juga Rawon Pecel yang tidak sempat saya coba. Rupanya di Banyuwangi ini mereka suka menggabungkan dua makanan menjadi satu ya.
nasi pecel

Thursday, June 30, 2016

Pantai Bama

Dec 2015

Setelah istirahat sebentar di Wisma Banteng, kami segera menuju Pantai Bama. Rumah makan "layak" terdekat dari penginapan kami adanya di daerah Pantai Bama ini.  Sepanjang perjalanan menuju pantai Bama (kurang lebih 15 menit) kita gak bakalan bosen karena ketemu banyak hal menarik untuk difoto.

Saat memasuki rumah makan kami galau harus lepas alas kakikah. Beberapa pengunjung lain di sana lepas sendal, sedang kami melihat lantainya kotor, jadilah kami mengambil kursi terdekat dari pintu keluar sehingga tidak perlu berkotor-kotor sambil was-was nanti akan ditegur lepas alas kaki oleh pemilik rumah makan. Tidak lama kemudian datang rombongan gathering Chevrolet yang langsung saja masuk beramai-ramai tanpa lepas alas kaki. Amanlah ya, kami ga bakal disuruh lepas sendal nanti :D

Setelah makan kami mulai menuju pantai yang memiliki pasir putih ini, di area ini juga banyak monyet-monyet. Di Pantai Bama ini terdapat penginapan dan bisa snorkling, tinggal sewa kapal dan peralatannya. Selain itu terdapat area hutan mangrove yang merupakan habitat bagi berbagai jenis burung.

Monday, May 2, 2016

Wisma Banteng Savana Bekol

Dec 2015
Wisma Banteng
Mau back to nature ceritanya, menikmati sensasi menginap  di tengah hutan, jadilah kami menginapnya di Wisma Banteng yang berada di Savana Bekol Taman Nasional Baluran. Saat menginap di sini kami dihimbau untuk menutup pintu dan semua jendela agar tidak ada monyet-monyet jahil yang masuk dan membuat kekacauan di wisma.
Wisma Banteng - Savana Bekol - Taman Nasional Baluran
Karena berada di kawasan konservasi jadi fasilitas yang tersedia agak terbatas. Listrik di penginapan ini hanya menyala dari pukul 18.00 sampai 23.00 saja. Kamar-kamarnya juga kurang bersih dalam arti banyak serangga-serangga kecil di kasur dan kaca jendela. 
Kamar Utama Wisma Banteng dengan AC
Kamar kedua, ranjang twin tanpa AC tanpa kipas angin
Semakin malam semakin banyak serangga yang keluar, ada juga 3 tokek yang menemani kami tidur malam itu. Saya yang langsung sugesti gatal-gatal saat melihat serangga-serangga di kamar itu, akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa ruang tengah saja, yang kemudian diikuti teman-teman lain yang memindahkan kasur dari kamar tidur ke ruang tengah.Untuk bisa tidur malam itu saya minum antimo dan semprot-semprot Thieves Spray dari Young Living.
Dapur Wisma Banteng, di depan kamar mandi
Di dapur tersedia panci dan piring yang mencurigakan juga kebersihannya. Area kamar mandi cukup bersih, airnya dingin dan mengalir deras. Saat listrik mati, air masih tetap menyala. 
Salah satu Tokek yang hilir mudik di Wisma Banteng
Untuk makan malam, kami memesan nasi soto di rumah makan di Pantai Bama siang sebelumnya. Sekitar magrib makanan diantar bersamaan dengan si Bapak pemilik rumah makan tersebut pulang. Kelebihan menginap di dalam taman nasional adalah kita dapat langsung mengamati kehidupan alam liar di waktu pagi hari. 
Ruang tengah Wisma Banteng, jendela harus ditutup agar tidak ada monyet jahil masuk

Sunday, May 1, 2016

How I Spend My Weekend : Big Bad Wolf 2016

Apr 2016

Datang ke acara pameran ini secara tidak sengaja, setelah pulang dari AEON Mall, liat spanduk-spanduknya di sekitaran ICE BSD City, langsunglah iseng geret suami untuk mampir. Suami yang sudah mulai terbiasa digeret-geret hanya bisa pasrah :D

Jadi Big Bad Wolf Book Sale ini merupakan bursa buku impor. Sebelum diadakan di Indonesia, sebelumnya telah beberapa kali diadakan Malaysia. Kami sampai di ICE sekitar jam 6 sore, dapat parkir di gedung, hall pameran cukup ramai tetapi belum ada antrian. 

Display buku dibagi berdasarkan genre. Favorit saya adalah di bagian buku-buku anak...wooW such in heaven (masa kecil kurang banyak punya buku)

Tapi bener d, buku-bukunya banyak banget dan bagus-bagus, walau terbitan lama, jarang ada buku terbitan baru. Ketemu buku favorit sewaktu kecil dulu...Noddy...Selain buku-buku impor ada juga buku dengan Bahasa Indonesia dari penerbit Mizan dengan harga sekitar 5000-an rupiah.


Pada kali pertama datang ini hanya sedikit yang terbeli kerena syok liat buku-buku yang banyak banget itu. Sampai rumah akhirnya galau, jadinya ga pakai lama esok harinya minta balik lagi sama suami. Kedatangan kedua ini sudah mulai terlihat antrian di pintu masuk, tapi tidak terlalu lama. Buku-bukunya mulai acak-acakan dan antrian kasir panjang mengular.

Beberapa tips supaya bisa lebih enak belanja di BBW menurut versi saya :
- Untuk pembayaran sebaiknya membawa tunai atau kartu kredit. Kartu debit yang diterima disini hanya dari Bank Mandiri. Untuk kartu kredit Mandiri ada cicilan 0%;

- Struk belanja jangan langsung disimpan atau malah dibuang, karena pada pintu keluar akan ada petugas yang memeriksa untuk memastikan kesesuaian barang yang kita bawa dari ruang pameran dengan struk belanja kita;

Please please tolong kembalikanlah buku-buku yang tidak jadi kamu beli ke tempat semula. Jangan mengobrak - abrik meja, karena ada yang mungkin memang ingin mendapatkan buku tersebut tapi akhirnya tidak menemukannya.


Saturday, April 16, 2016

Monyet-monyet Ekor Panjang di Bekol

Dec 2015

Taman Nasional Baluran adalah tempatnya para satwa liar seperti banteng, rusa dan monyet. Terutama di Kawasan Pantai Timur Savana Bekol yaitu di Pantai Bama banyak monyet-monyet ekor panjang. Monyet-monyet ini jail sehingga kita harus waspada dengan segala barang bawaan.







Friday, April 8, 2016

Escape to the Wild : Taman Nasional Baluran

Dec 2015

Dari dinginnya Ijen kami melanjutkan perjalanan menuju panas teriknya Taman Nasional Baluran (TNB) yang berada di Situbondo dengan sebelumnya mampir dahulu ke Pondok Rujak Soto yang menyediakan rujak soto. 

Sekitar tengah hari kami sampai di pintu masuk TNB. Harga tiket yang harus dibayar per orang adalah Rp 15.000,- sedangkan untuk kendaraan roda 4 dikenakan biaya Rp 5000,-. Di Taman Nasional ini area yang paling banyak didatangi turus adalah Savana Bekol dan Pantai Bama. Jalanan menuju Bekol belum beraspal, agak sedikit bergelombang tetapi masih cukup baik. Dari gerbang masuk TNB menuju Bekol sekitar 1 jam.

Malam ini kami akan menginap di daerah Bekol yaitu Wisma Banteng yang dapat ditempati 4 orang (kami bayar biaya tambahan 1 orang Rp 25.000,-), dengan pemandangan yang langsung mengarah ke hamparan rumput luas dan beberapa satwa liar seperti rusa, banteng dan kerbau. Jangan khwatir binatang-binatang ini hanya melintas di samping wisma, tidak mengganggu. Yang lebih mengganggu adalah tokek dan serangga-serangga.

Meski TNB sangat  luas dan ada fasilitas menginap, tetapi tidak banyak tempat makan. Di dekat Wisma Rusa ada warung, yang hanya buka sampai sore hari. Sedangkan untuk makan besar kami harus menuju Pantai Bama. Di Wisma Banteng listrik hanya menyala dari jam 18.00 sampai jam 23.00 dan setelahnya gelap-gelapan sampai pagi. 


Review Wisma Bantengnya menyusul ya...


Saturday, April 2, 2016

End of Year Trip 2015 : Ijen & Baluran

Dec 2015

Tidak seperti kantor kebanyakan dimana jatah cuti hanya 12 hari setahun, kantor saya memberi jatah cuti 15 hari setahun yang mana 5 hari cuti bersama Lebaran, 5 hari cuti bersama Natal dan 5 hari cuti pribadi. Sayangnya di tahun 2015 ini mulai berlaku peraturan baru yaitu cuti bersama Natal 5 hari ditiadakan dan cuti pribadinya bertambah menjadi 10 hari. Tapi ya namanya sudah terbiasa bertahun-tahun akhir tahun libur maka 80% teman-teman kantor mengajukan cuti di penghujung tahun. Saya tentunya ga mau kalah donk ya :D

Bersama team member get member ini jadilah kami merencanakan perjalanan ke Ijen untuk melihat si api biru kemudian dilanjutkan ke Baluran. Ternyata hari itu tanggal 30 Desember 2015 banyak yang seperti saya ga mau kalah juga, harus liburan akhir tahun. Soeta padat banget, antrian masuk gate check in mengular, butuh sekitar 2 jam untuk kami dapat sampai di depan meja check in.

Sampai di Juanda kami langsung menuju counter Golden Bird untuk sewa kendaraan menuju Boncafe Gubeng untuk makan siang sekalian rapel makan pagi sekalian menunggu jam keberangkatan kereta dari Stasiun Surabaya Gubeg menuju Stasiun Banyuwangi Baru. Walaupun sering naik kereta api, tapi baru kali ini saya mencoba gerbong ekonomi KA Sri Tanjung. Lumayan berasa juga ya 6,5 jam di kereta ekonomi. Sampai di stasiun Banyuwangi Baru kami sudah ditunggu driver untuk langsung mengantarkan ke Ijen. Dalam perjalanan ke Ijen kami isi perut dulu di Restoran Bajak Laut. Harga makanan di restoran ini hampir sama seperti di Jakarta. Paket ayam goreng Rp 25.000,-

Dalam perjalanan ini kami menggunakan trooper mengingat jalan menuju Ijen cukup ekstrim. Sekitar jam 1 malam kami sudah sampai di pintu masuk Ijen. Pintu masuk penanjakan baru dibuka jam 2 sehingga kami melanjutkan tidur di mobil. Sekitar jam 2.30 kami dibangunkan untuk segera  mengantri tiket. Saat bangun tersebut saya merasa kurang fit, ngantuk dan kedinginan sehingga memilih untuk jaga tas teman-teman di mobil saja alias tidak ikut trekking mencari si api biru. Mengingat perjalanan pertama ke Bromo di mana saya juga kurang fit dan berakhir muntah-muntah jadi lebih baik saya pass dulu d walau sudah jauh-jauh ke sini. Ijen ini lebih dingin dari Bromo dan medannya lebih sulit dari Bromo tetapi pemandangannya lebih spektakuler.

Sekitar satu jam, satu orang teman balik ke trooper, ternyata baru seperempat perjalanan dia merasa tidak kuat dan memutuskan untuk kembali. Dari atas turun sampai ke pos Paltuding itu dia antar oleh motor petugas jagawana. Jam 7 pagi teman-teman baru kembali ke tempat kami dan laporan mereka tidak ada blue fire-nya karena semalam hujan...hahaa..jadi tidak terlalu menyesallah ya hanya menunggu di mobil :D

Setelahnya perjalanan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran. Kami menginap di Wisma Banteng di daerah Bekol kawasan Taman Nasional Baluran. Cerita tentang Baluran menyusul di post selanjutnya ya...

*****

Sewa kendaraan dapat menghubungi HP 085234068680


Sunday, March 27, 2016

Happy Easter ! I hope you had a lovely Easter celebration with your loved ones...