Friday, January 20, 2012

Gironya mana?

S (supplier) : "Bu, ini kow cuma ada tanda terimanya, gironya ga ada?"
IA (me) : "Gironya ga ada, tapi Ibu terima tanda terima gironya ya? Atau gironya ketinggalan di kantor saya?"
S : "Bukan, ini messeger saya tadi kesana antar invoice dan faktur pajak, tapi cuma dikasih tanda terima invoice dan faktur pajaknya."
IA : "Ohh..jadi finance saya ga kasih gironya? Messengernya ga minta tadi?"

krik krik.....


IA : "Ibu ada info ke messegernya untuk ambil giro juga waktu kesini?"
S : "Engga"

krik krik.... =)) =)) =))


IA : "Selasa pagi kesini lagi ya, nanti minta ketemu orang finance untuk ambil gironya. Yang terima invoice tadi mungkin OB saya, karena ga ada info mau ambil giro juga, jadi mungkin dia ga info orang finance saya."

Wednesday, January 18, 2012

Express Delivery

This morning conversation with the Secretary

IA (me) : "AE, kamu biasa kirim dokumen ke LN pakai apa ya? Saya lagi cari expedisi yang bisa kirim dokumen ke LN sehari sampai nich"
AE (secretary) : "Pakai JNE aja, saya biasanya kirim dokumen ke Singapore pakai itu. Pakai DHL juga bisa sich."
IA : "JNE bisa sehari sampai ya, mahal ga tarif nya?"
AE : "Paling cepat 3 hari sampai, karena harus singgah di beberapa point gitu d"
IA : "Waduh lama banget, butuh besok udah sampai nich. Apa DHL aja ya??
AE : "Sama juga paling cepet 3 hari"
IA : "Yang bener?????"
AE : "Iya, saya udah pengalaman....bla bla bla blaaa..."(menceritakan pengalamannya dengan sangat meyakinkan).
IA : "Okeh2..thanks ya infonya"


(dalam ati : rasanya ga bener d info nya, telepon ekspedisinya langsung aja ahh)


IA : "Mba, saya mau kirim dokumen ke Singapore, besok siang harus udah sampai. Ada paket yang express?"
P (petugas ekspedisi) : "Oh ada..paket express 12:00, besok siang dipastikan sudah sampai di Singapore. Harganya Rp 289.300,-. Mau langsung saya buat pick up booking nya Bu?"
IA : "Boleh Mba, siang ini jam 3 sore paling lambat harus udah sampai di tempat saya ya messegernya."

Moral of The Story :
1. Langsung cek ke ekspedisi tidak akan membuang waktu 15 menit untuk mendengarkan pengalaman sang sekretaris saat mengirimkan dokumen ke LN...swt dahh...hahahaa...
2. Trust your instincts...gaya bicara yang menyakinkan dan sepertinya serba tahu bisa sangat2 menjerumuskan :P

Thursday, January 12, 2012

The Card Holder was not a Guest - Agoda.com

Minggu ini ada salah satu rekan kantor akan melakukan biz trip ke KL dan request untuk dicarikan hotel di sekitar KLCC untuk 1 malam, karena dia baru sadar kalau hotel yang dipesankan oleh principal hanya untuk 2 malam sedangkan dia akan berada di Malaysia 3 malam.

So berkunjunglah ke mbah google untuk cari hotel di sekitar daerah Bukit Bintang, dapat 2 alternatif yaitu Hotel Park Royal KL dan Hotel Royal KL. Karena perusahaan ada corporate dengan salah satu tour & travel maka saya contact mereka untuk booking kedua hotel tersebut. Sampai sore hari menjelang jam pulang kantor konfirmasi masih juga belum didapat dari tour & travel tersebut...duhhh gimana kalau ga dapat hotelnya, sedangkan si bapak harus udah berangkat lusa paginya...

15 menit sebelum jam kantor berakhir (uppss ketahuan d selalu pulang tango nich) saya putuskan untuk book dari agoda saja. Setelah dibandingkan ternyata harga Hotel Royal KL lebih bersahabat, jadi hotel inilah yang saya book. Sewaktu akan bayar, saya coba cari si bapak untuk konfirmasi data kartu kreditnya untuk pembayaran, eh tetapi ternyata dia sudah pulang (jiahh ngeduluin nich).

Sempet bingung gimana ya, karena setahu saya kalau booking lewat agoda, saat check in kartu kredit yang digunakan untuk pembayaran dan id card pemegang kartu kredit tersebut harus ditunjukkan, padahal saya kan tidak ikut dalam trip tersebut...cari informasi dari temen, dia info kalau tamu bukan cardholder, nanti akan ada dokumen tambahan yang akan diminta oleh agoda untuk kita lengkapi...ohh yowess toh... diselesaikanlah proses booking hotel tadi.

Tidak sampai 10 menit voucher hotel sudah diterima...tapi kow ga ada permintaan dokumen tambahan ya...
Kepikir mungkin menyusul kali yach emailnya, mungkin ga secepat kiriman email voucher nya..pulanglah saya...1.5 jam kemudian sampai di rumah langsung cek email...wah-wah kow masih belum ada yach email lanjutan dari agoda...akhirnya coba email ke CS nya agoda dan reservasi hotel. 

Besok pagi nya sampai jam 10an masih belum dapat balasan email, sedikit panik nich karena waktu udah semakin mepet. Ga mau lama-lama melototin email so langsung telepon cs agoda yang di Singapore. CS nya info bahwa reservasi sudah confirm dan tamu bisa check in dengan menunjukan voucher tanpa harus menunjukan kartu kredit. Saya tanyakan kalau begitu kenapa di voucher-nya masih tertera peraturan kalau tamu harus menunjukan kartu kreditnya pada saat check in, dijelaskanlah bahwa saya sudah pernah melakukan pembookingan hotel sebelumnya di agoda dan data-data kartu kredit tersebut sudah tercatat dalam data base mereka...ohh ternyata begitu tohh...fiuhhhh...lega-lega :D

Jadi kesimpulannya kita bisa melakukan pemesanan via agoda dimana tamu bukan pemegang kartu kredit yang digunakan untuk pembayaran. Tamu tidak harus menunjukan kartu kredit tersebut asalkan sebelumnya  sudah mengirimkan via fax atau email form konfirmasi data kartu kredit beserta copy kartu kredit dan id card.

Monday, January 9, 2012

2012 Travel Plans

my first trip in 2012 will be Jogyakarta (or Yogyakarta?) on 21st-23rd January
then Bangkok on 27th-30th April, continue with Singapore on 15th-17th July and end it in Saigon (and Siem Reap) on 25th-28th August

hopefully can add Hongkong dan Macao in this year

let's save form now...頑張って !!!!


Sunday, January 8, 2012

Dieng Plateau

Pengalaman pertama ikutan giveaway nich...Giveawaynya Mba Una...

Setelah nonton FTV Kutemukan Cintaku di Wonosono (cast by Rio Dewanto & Prisia Nasution) jadi pengeen banget ke Dieng..pemandangan nya itu loh indah banget dan karena saya juga suka yang namanya daerah dataran tinggi^^

Dataran tinggi Dieng ini terletak 30 km dari kota Wonosobo. Nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta "Di" yang artinya tempat yang tinggi dan "Hyang" yang berarti tempat para dewa dewi. Penduduk setempat kadang mengartikannya sebagai tempat yang indah dengan suasana spiritual.

dieng plateau gate by 2121studio.com

Ada adegan dimana Rio & Pia ngobrol di atas pohon tumbang di pinggir danau yang bener2 keren dan Danau itu adalah Telaga Warna. Saya juga ingin merasakan berjalan di atas pohon tersebut, semoga saat kesana tuh pohon masih ada yaa...

telaga warna by Jane Sweeney - Lonely Planet Photographer

Nah pertanyaannya bagaimana caranya untuk sampai ke Dieng, transportasi dan akomodasinya bagaimana. Hasil dari googling ternyata lumayan susah juga ke sana ya. Untuk mencapai Dieng bisa melalui Wonosobo atau Banjarnegara. Wonosobo merupakan jalur yang paling banyak dipilih dengan pertimbangan jarak lebih pendek, tidak terlalu banyak tikungan (karena daerah pengunungan) dan lebih mudah dibanding dengan melalui Banjarnegara. Kota transit utama yang biasa digunakan oleh wisatawan adalah Jogyakarta, Solo dan Semarang (jauh semua ya dari Jakarta :p).

Selain danau vulkanik Telaga Warna -yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru dan putih- objek wisata lainnya adalah kompleks candi-candi Hindu (Candi Pandawa), Gua Semar, Kawah Sikidang, Dieng Volcanic Theater, kebun sayuran dan kebun teh.

Dan ikon kuliner yang tidak boleh dilewatkan saat di Dieng adalah Mie Ongklok, yaitu mie dengan paduan sayuran dan kuah kental yang merupakan resep rahasia serta cara memasak yang unik.

Ada yang mau bareng ke Dieng???


Photobucket

My Blog

after blogwalking to many blogs, especially blog yang berisi catatan perjalanan si empunya, maka hari ini saya putuskan untuk mempunyai blog sendiri pula #lebaiii :p

inginnya blog ini sebagai sarana untuk mendokumentasikan perjalanan...

tetapi sepertinya menulis blog terus menerus membutuhkan waktu dan tenaga khusus d...
punya banyak hal yang terpikir terlintas dan terjadi, tapi untuk menuangkan menjadi tulisan susah euy....

semoga bisa konsisten dalam mem-posting ya^^