Thursday, July 30, 2015

Yang Spectacular di Batu Night Spectacular (BNS)

May 2015

BNS berlokasi di jalan Oro-Oro Ombo, sejalan dengan Jatim Park 2. Kalau ke BNS yang terpenting adalah masuk ke area Lampion Garden. Untuk masuk ke Lampion Garden ini harus beli tiket seharga Rp 15.000,-/orang. Sebaiknya ke sini malam hari jadi warna-warni lampionnya akan lebih terlihat.




Sejauh mata memandang terlihat lampion-lampion  bersinar, ada yang tergelantung di atas, ada yang tertanam di tanah, dan ada pula yang mengapung di kolam. Bentuknya mulai dari bentuk yang tak beraturan, bentuk yang menyerupai bangunan-bangunan iconic dunia, tokoh-tokoh kartun, kereta kencananya Cinderela, binatang-binatang shio dan istana. Di tempat ini paling asik untuk photo-photo, hanya antrian untuk photonya yang ga asik, panjang banget.

Di Batu Night Spectacular ini, selain Lampion Garden adapula beragam wahana seperti go-kart, merry go round, sepeda udara, rumah hantu, bumper car. Setiap wahana harus bayar lagi kecuali membeli tiket terusan.

Dekat pintu keluar terdapat night market tempat jual oleh-oleh khas BNS. Terdapat juga food court dengan panggung pertunjukkan di sampingnya. Dan katanya ada pertunjukan air mancur di sini yang sayang sekali tidak kami saksikan saat itu.

Walau namanya Batu Night Spectacular tapi saya berasa tidak ada yang spectacular ya. Mungkin saat datang ke sana bertepatan dengan long weekend libur hari Buruh, yang menyebabkan suasana jadi crowed banget, bikin pusing.

Friday, July 24, 2015

Ngebakso di Malang

May 2015

Jika sudah sampai Malang tidak boleh terlewat mencicipi bakso, karena kota ini terkenal dengan baksonya. Menikmati udara Malang yang sejuk memang pas dengan ditemani semangkok bakso yang lezat. Dari airport tujuan pertama kami adalah Bakso President.


Warung bakso ini tepat berada disamping rel kereta api. Sangat dekat dan tanpa pembatas sama sekali. Untuk sampai ke dalam warung bakso ini, kita harus menyeberang rel kereta api terlebih dahulu. Di dindingnya banyak terdapat foto-foto artis yang pernah makan di sini. Untuk memesannya kita yang harus mendatangi kasir untuk pesan mau bakso apa, tidak ada waiter yang akan mendatangi meja kita.

bakso president malang
Pilihan baksonya cukup beragam, ada bakso biasa, bakso urat, bakso telur, siomay, bakso bakar dan bakso goreng, bisa pilih satuan atau paketan. Kuahnya enak dan harganya tidak terlalu mahal (dibanding di Jakarta :D), kisaran Rp 10.000,- s.d. 22.000,- 

Wednesday, July 22, 2015

Edelweis Bromo


May 2015


Edelweis adalah salah satu cinderamata yang bisa dibawa dari Bromo. Menurut para penjualnya, bunga ini didapatkan di Gunung Semeru bukan dari daerah sekitar Bromo. Bunga-bunga edelweis di Bromo langka karena rusak akibat aktifitas vulkanik.

Bunga-bunga ini dijual dengan harga Rp 15.000,- s.d. Rp 50.000,-. Pintar-pintar menawar aja dan kalau sudah membeli jangan iseng tanya-tanya harga ke penjual lain, bisa sakit hati kalau ternyata dikasih lebih murah. Berdasar pengalaman, makin ke atas kawah,  penjual akan memberi harga yang murah.

Selain edelweiss putih ada juga warna merah, unggu, hijau dan kuning. Kalau menurut penjualnya asli bunganya berwarna-warni demikian, tapi kok ga yakin ya, kaya diwarnain gitu sich…

Saat di padang savana ada seorang Ibu yang menawarkan edelweis dan lavender, tertarik dengan lavendernya saya mencoba menawar. Harga yang ditawarkan Rp 25.000,-, saya tawar menjadi Rp 15.000,- dan dikasih, senang donk ya. Tidak berapa lama ada teman yang datang dan juga menginginkan bunga ini, dia nawar Rp 10.000,- dan dikasih donk sama si Ibu. BT banget, dia kasih itu harga di depan saya terus langsung melengos pergi, pret lah...
lavender wannabe
Dan ini penampakan bunga lavender tersebut. Menurut si Ibu ini lavendernya baru berbunga jadi belum berbulir-bulir, ditunggu sekitar seminggu saja baru muncul bulirnya dan akan keluar harum lavendernya. Saya percaya ya, tapi ternyata seminggu sampai di Jakarta malah kaya bulukan. Dua kali pret lah, dua kali tertipu.

Monday, July 13, 2015

Kembali ke Bromo

May 2015


Dua tahun lalu tepat di bulan Mei juga, bersama dengan teman-teman kuliah, saya mengunjungi Bromo tanpa sukses mencapai kawahnya, muntah-muntah selama perjalanan di jeep sampai di Penanjakan dilanjutkan terus sampai di Pura Luhur Poten, baru seger lagi setelah di tiba padang savana.
pura luhur poten bromo
 
Tahun ini dengan teman kantor mencoba peruntunggan dengan kembali mengunjungi Bromo dengan rute berbeda, dengan tekad bisa sampai ke puncak kawah Bromo dan tanpa ada jackpot lagi. Jika sebelumnya dari bandara Juanda kami langsung ke Bromo, kali ini kami bermalam di Malang dahulu baru kemudian ke Bromo.

Kami sampai kira-kira pukul 4 subuh dan mendapati Puncak Pananjakan sudah dipenuhi banyak orang yang ingin melihat sunrise dan udaranya dingin banget. Setelah dari Puncak Pananjakan, kami turun ke kawah Gunung Bromo. Kali ini Pura Luhur Poten dibuka karena baru saja ada upacara keagamaan di sana.

Jangan lupa bawa masker jika ingin menuju kawah Bromo karena sangat berdebu dan bau kotoran kuda :D. Untuk mencapai puncak bisa dengan menyewa kuda seharga Rp 100.000,-/sekali jalan, jadi kalau naik kurun PP itu Rp 200.000,-. Tetapi menurut saya naik kuda ini cukup menyeramkan apalagi saat turunnya. Jadi lebih baik jalan aja deh, kalau cape bisa berhenti sambil photo-photo dulu ;)
sampah bromo

Setelah sekitar 1,5jam (kelamaan istrirahat dan photo-photo) sampai juga di anak tangga menuju puncak kawah. Ada ratusan anak tangga, agak curam bagi saya dan sempit, jadi harus ngantri dan jalan pelan-pelan. Setelah sampai di atas terlihat kawah yang masih aktif, bau belerang terasa banget. Apakah sebanding dengan perjuangan untuk ke Puncak Bromo ini? Kalau menurut saya ENGGA...hahaa....
kawah bromo

Sunday, July 5, 2015

Petik Apel di KTMA

May 2015
apel malang

Di kota Batu ada agrowisata petik apel yang biasanya diselenggarakan oleh beberapa petani yang tergabung dalam sebuah kelompok tani. Salah satu tempat yang kami datangi kemarin ini adalah kebun apel Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA) yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pintu masuk Selecta.
apel malang

Biaya yang harus dikeluarkan untuk berwisata petik apel sekitar Rp 25.000/orang, pengunjung dapat makan sepuasnya di kebunnya langsung dan mendapatkan welcome drink jus apel kemasan.  Seberapa banyak apel yang kita bisa makan di tempat sich? paling banyak mungkin 5-10 apel dan itu harga sekilo apel yang dijual di tempat itu (jika ingin dibawa pulang) Rp 15.000,-. Jadi menurut saya harga Rp 25.000,- ini cukup mahal.

Saat kami ke sana apel-apelnya belum terlalu matang (kecil-kecil, masih keras dan tidak manis), tapi diklaim oleh para penjaganya bahwa apel-apel tersebut sudah matang. Sebelumnya dalam bayangan saya kebun apelnya berupa lahan datar yang luas, ternyata berupa bukit, serasa mesti hiking dulu untuk bisa metik apel.