Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts
Monday, January 1, 2018
Sunday, July 2, 2017
Eid al-Fitr Holiday 2017
New
Jun 2017
Holiday Season is Coming.
Rencana perjalanan ini sudah diumumkan dua bulan sebelumnya dengan gonta ganti rute dan peserta. Akhirnya tiga minggu sebelum hari H barulah beres urusan penginapan, kendaraan dan rute yang akan dilalui.
Tujuan utama adalah ke Taro Anggro dan Rawa Senang, tetapi karena saya paling males berlama-lama di mobil dalam perjalanan darat maka sebelum ke Wonosobo akan transit di Purwokerto dan saat rute baliknya akan transit di Semarang dan Cirebon. Yang mana ternyata keputusan tepat ya, itu perjalanan lama bener ga nyampe-nyampe, makan tidur makan tidur ga berkesudahan.
Rute perjalanan enam hari lima malam tersebut sebagai berikut :
Hari 1 :
Meotel Purwokerto
Hari 2 :
Taro Anggro
Penginapan Taro Anggro
Hari 3 :
Posong Temanggung
Gua Maria Kerep Ambarawa
Koeno Koeni Cafe Gallery Semarang
Holiday Inn Semarang
Hari 4 :
Kelenteng Sam Poo Kong
Lumpia Gang Lombok
Lumpia Mbak Lien
Jalan Pandanaran
Paragon Mall
Grand Candi Hotel Semarang
Hari 5 :
Grage Mall
Blankon Jamblank Cirebon
Grage Hotel Cirebon
Kesuluruhan perjalanan cukup menyenangkan, lumayan buat refreshing. Ok sekarang sebelum hari Senin mulai kerja lagi, puas-puasin tidur dulu ya. Lupakan itu setrikaan yang dah menggunung.
Sunday, June 18, 2017
Pantai Air Manis & Jembatan Siti Nurbaya
New
Mar 2017
Malin Kundang dan Siti Nurbaya itu dongeng atau kisah nyata??
Di balik cerita rakyat dan legenda Batu Malin Kundang ternyata batu ini memang ada dan terletak di Pantai Air Manis. Sedangkan novel karangan Marah Rusli yang berjudul “Siti Nurbaya, Kasih Tak Sampai” itu ternyata terinspirasi dari tokoh nyata.
Pantai Air Manis di mana terdapat Batu Malin Kundang dan Jembatan Siti Nurbaya inilah yang menjadi tujuan akhir kami di Sumatera Barat. Dinamakan Jembatan Siti Nurbaya mungkin karena di seberang
sungai ini, beberapa meter sebelum puncak Bukit Gunung Padang, terdapat
sebuah ceruk yang dipercaya sebagai makam Siti
Nurbaya.
Batu Malin Kundang ini terkikis oleh ombak laut. Di tepi Pantai Air Manis, ada kios yang menjual berbagai suvenir, makanan dan keong.
Saturday, June 17, 2017
Pondok Flora & Kilang Kopi Kiniko
New
Mar 2017
Dari derasnya hujan di Lembah Harau kami menuju ke Kilang Kopi Kiniko setelah sebelumnya makan siang di RM. Pondok Flora. Rumah makan ini recommend banget, kami hanya menghabiskan Rp 152.000 untuk porsi makan 5 orang. Bukan porsi makan diet ngirit loh. Rasanya pun cukup enak dibanding dengan RM Padang lainnya (sebenarnya masalah rasa ini masalah selera sich ya).
Kilang Kopi Kiniko berlokasi di Tabek Patah. Tempatnya kalau dari jalan raya harus masuk dalam gang. Berbeda dengan di Lembah Harau yang sejuk, maka di Kiniko ini matahari terik membara, panas bangetlah siang itu. Mau foto-foto aja sudah males karena panasnya.
Ada dua bangungan utama di tempat ini, yaitu satu bangunan berupa kilang / pabrik yang berfungsi untuk memproses kopi. Bangunan satu lagi berupa toko merangkap kedai kopi yang menjual Kopi Kiniko, kayu manis dan berbagai produk makanan kecil, gantungan kunci, kalung dan pernak pernik souvenir lainnya.
Di bagian dalam kedainya tersedia panci / gentong yang berisi teh daun mulberi dan juga teh daun kopi. Para pengunjung bebas untuk mencicipi teh-teh ini, free flow, hanya dikenakan biaya kurang dari Rp 5.000,- (lupa tepatnya berapa :D). Saya tidak mencoba ya, karena dari baunya saja sudah tidak enak. Walaupun demikian teh-teh ini sangat berkasiat, seperti teh daun kopi untuk menetralisir lemar dan menyegarkan badan. Sedangkan teh daun murbei dapat menurunkan demam, sakit kepala dan darah tinggi.
Wednesday, May 31, 2017
Kemegahan Istano Basa Pagaruyung
New
Mar 2017
Berlokasi di Batu Sangkar, Istano Basa Pagaruyung yang berdiri saat ini ternyata adalah replika. Istana yang aslinya telah ludes terbakar dan berada di lokasi yang berbeda dari Istana yang sekarang. Istana tiga lantai ini berada persis di sisi jalan raya sehingga mudah dijangkau. Tiket masuknya pun tidak terlalu mahal, yaitu Rp 7.000,-/orang.
Bangunan berupa rumah gadang sama seperti di Minangkabau Cultural Center (MCM) hanya saja jauh lebih besar dan megah. Para pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat Minangkabau untuk berfoto di dalam dan di luar Istana dengan biaya yang lebih mahal dari di MCM.
Lantai pertama berupa ruangan memanjang di mana terdapat berbagai pusaka, kamar-kamar tidur dan singgasana. Lantai dua adalah kamar anak perempuan raja yang belum menikah dan lantai tiga adalah ruang penyimpanan. Makin ke atas ruangannya makin kecil.
Yang unik adalah bendera kerajaan sama warnanya dengan bendera negara Jerman loh :D . Warna kuning, merah dan hitam ini melambangkan tiga daerah atau ada juga yang melambangkan tiga karakter daerah asli orang Minang (Pariangan, Agam dan 50 Kota).
lantai pertama berupa
ruangan luas yang memajang berbagai benda dalam etalase, kamar-kamar,
dan sebuah singgasana dibagian tengah.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7
lantai pertama berupa
ruangan luas yang memajang berbagai benda dalam etalase, kamar-kamar,
dan sebuah singgasana dibagian tengah.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7a
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7a
Monday, April 17, 2017
Lembah Harau, Gunuang Sansai Bakuliliang
New
Mar 2017
Perjalanan hari kedua dari Bukittinggi menuju Payakumbuh hingga ke Lembah Harau itu gunung-gunung (eh gunung apa bukit ya :D) bakuliliang alias berkeliling di sekitar kita.
Untuk memasuki kawasan Lembah Harau kami dikenakan retribusi per orang Rp 5.000,-. Di Lembah Harau ada beberapa air terjun dan kolam pemandian. Kami hanya sempat mengunjungi Sarasah Akar Berayun untuk berfoto sebentar karena hujan gerimis yang berubah cepat menjadi hujan deras.
Saturday, April 15, 2017
Minangkabau Cultural Center
New
Mar 2017
Setelah kenyang mencicipi Sate Mak Syukur, kami langsung beranjak menuju Minangkabau Cultural Center atau Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang berlokasi di Padang Panjang. Jadi PDIKM ini bisa dikatakan sebagai museum yang berisikan segala dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan kebudayaan Minang.
Bangunan PDIKM berbentuk Rumah Gadang besar dengan halaman yang luas. Di bagian bawah Rumah Gadang ini terdapat Pelaminan Minang. Mereka menyewakan pakaian-pakaian adat kepada pengunjung dengan biaya Rp 25.000/orang. Kemudian setelah didandani lengkap dengan sunting dapat berfoto di pelaminan. Jika difoto oleh fotografer yang berada di sana dikenakan biaya lagi, biaya untuk cetak fotolah bisa dibilang.
Pada saat kami datang ada rombongan berpuluh-puluh orang yang antri menyewa pakaian dan berfoto di lantai bawah dan kemudian lanjut berfoto di lantai atas.
Saya mah nontonin aja mereka, lumayan heboh loh walau sudah cukup dewasa :D
Kemudian jadi fotografer untuk teman-teman ini. Kenapa saya tidak ikut sewa pakaiannya? Ya karena itu pakaian kan abis dipake orang-orang ramai itu, yang pasti keringetan ya karena sumpek banget di bawah sana, jadi ya begitulah..hehe..kecuali itu baju baru dari laundry bolehlah ;)
Sunday, April 9, 2017
Aie Mancua Lembah Anai
New
Mar 2017
Lembah Anai terletak antara Kota Padang dan Bukit Tinggi. Air terjun ini dikatakan sangat istimewa karena terletak
di tepi jalan. Di tepi jurang tidak jauh dari air terjun ada beberapa monyet yang menunggu diberi makan.
Biaya masuk yang dikenakan bagi para wisatawan juga cukup murah yaitu Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Dari beberapa blog dan artikel yang saya baca sebelum berangkat, semuanya menggambarkan keindahan Lembah Anai ini, hanya saat sampai di sana ntah kenapa saya berasa air terjun ini terlihat biasa saja ya, mungkin memang saya tidak pandai menikmati alam :)>-
Tidak berlama-lama di sini, ya karena bingung juga lama-lama mau ngapain lagi. Tidak jauh setelah melewati Lembah Anai, ada pemandian unik terletak persis di pinggir jalan.
Kami kira itu semacam pemandian air panas, karena Kabupaten Tanah Datar ini lumayan sejuk agak dingin gitu. Ternyata itu pemandian air biasa yang menurut Uda Haikal airnya dingin banget. Aduh main air dingin plus ditonton orang lewat lalu lalang, engga deh ya....Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi melalui Padang Panjang.
Kami kira itu semacam pemandian air panas, karena Kabupaten Tanah Datar ini lumayan sejuk agak dingin gitu. Ternyata itu pemandian air biasa yang menurut Uda Haikal airnya dingin banget. Aduh main air dingin plus ditonton orang lewat lalu lalang, engga deh ya....Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi melalui Padang Panjang.
Friday, April 7, 2017
Sumatera Barat dalam 4 Hari
New
Mar 2017
Rencananya perjalanan 4 hari 3 malam kami akan mengikuti rute berikut :
Hari 1 : Menginap di Grand Rocky Hotel - Bukit Tinggi
Minangkabau International Airport
Soto Garuda
The Minangkabau Cultural Center
Hari 2 : Menginap di Aie Angek Cottage - Bukit Tinggi
Ngarai Sianok
Gua Jepang
Jam Gadang
Pasar Atas Bukit Tinggi
Nasi Kapau Uni Lis
Danau Maninjau
Hari 3 : Menginap di D'Oxville Hotel - Padang
Kilang Kopi Kiniko
Istana Basa Pagaruyung
Danau Singkarak
Hari 4 :
Pantai Air Manis
Jembatan Siti Nurbaya
Toko Oleh-oleh Christine Hakim
Minangkabau International Airport
Pada kenyataannya ada sedikit perubahan, karena hari ketiga kami akan kembali ke Padang, maka rute perjalanan ditukar dengan rencana hari kedua. Jadi rute hari ketiga di atas tersebut lumayan lama perjalanan, sedangkan target kami sekitar jam 7 malam harus sudah sampai Kota Padang lagi.
Untuk kendaraan kami menggunakan jasa Uda Haikal (HP 085210851086). Lumayan OK lah nyetirnya, tidak seperti supir bus AKAP. Rekomendasi tempat makannya lumayan, hanya kurang tahu latar belakang tempat-tempat yang kami kunjungi.
Harga sewa Innova plus supir di luar BBM Rp 500.000/hari. Biaya penginapan karena perjalanan keluar kota (si Uda home basenya di Padang) Rp 140.000/malam. Makan siang dan malam ikut kami.
Wednesday, April 5, 2017
Ranah Minang Rancak Bana
New
Mar 2017
Akhirnya selesai juga post terakhir dari perjalanan ke Sumatera Utara..hehehee..beneran hampir kaya cicilan kartu kredit 12 kali, ini 11 kali post aja cukup :p Nah karena sudah lunas berarti saatnya berlanjut ke seri jalan-jalan ke Sumatera Barat. Tenang ini bukan late post lagi, lumayan masih fresh.
Harpitnas akhir Maret kemarin kami memutuskan menjelajah Pulau Sumatera kembali, mengunjungi Padang - Bukit Tinggi dan daerah-daerah sekitarnya. Sumatera Barat itu ternyata lumayan luas ya, perjalanan bisa berjam-jam. Agak-agak jenuh di dalam mobil. Hanya saja jalanannya bisa dibilang lurus-lurus tidak terlalu berkelok-kelok seperti perjalanan dari Medan ke Danau Toba, ga gitu mabok di jalan jadinya.
Perjalanan 4 hari 3 malam cukup banget untuk puasa makan masakan padang 6 bulan ke depan kayanya..hehehe..Ternyata yach beda daerah, beda rumah makan, beda rasa banget. Menu-menu yang ditawarkan juga lebih banyak dari Rumah Makan Padang di Jakarta. Dari beberapa tempat yang paling juara rasanya (cocok di lidah saya) adalah di Pondok Flora, Batusangkar.
Pemesanan hotel kami lakukan seminggu sebelum keberangkatan, yang ternyata sudah susah mendapatkan kamar. Beberapa hotel yang di-recommend di Bukti Tinggi, seperti Grand Rocky dan Novotel sudah full booked untuk 2 malam (kami menginap 2 malam di Bukit Tinggi dan 1 malam di Padang). Sedangkan untuk Grand Royal Denai Hotel ntah kenapa tidak bisa reservasi lewat Agoda dan Traveloka.
Akhirnya kami reservasi 2 malam di Aie Angek Cottage. Dua hari sebelum berangkat, iseng-iseng cek Agoda lagi, ternyata di Grand Rocky ada kamar untuk 1 malam, langsung book dan cancel 1 malam di Aie Angek, yang mana ternyata keputusan yang tepat. Aduh Aie Anggek Cottage ini overrated dan overpriced lah.
Lanjut ke postingan setelah ini ya untuk tempat-tempat yang kami kunjungi, baik tempat wisata, kuliner dan penginapannya.
***
Labels:
holiday,
Icip-icip,
Indonesia,
Indonesia - Sumatera Barat
Saturday, April 1, 2017
Gereja Maria Annai Velangkanni
New
May 201
Last episode of Medan-Samosir Trip, please see the other posts; part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7, part 8, part 9 and part 10.
Last episode of Medan-Samosir Trip, please see the other posts; part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7, part 8, part 9 and part 10.
Hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta kami berkunjung ke Gereja Maria Annai Velangkanni yang terletak Perumahan Taman Sakura Indah Medan. Tempat ini berfungsi sebagai gereja umat Katolik keturunan Tamil India di
Medan namun karena bentuknya yang unik sehingga menarik wisatawan untuk mampir ke tempat ini. Tidak ada tiket masuk ke dalam Gereja ini ya.
Bangunan utama gereja terdiri dari 2 lantai, lantai dasar adalah aula, dan lantai atasnya barulah bangunan gereja untuk perayaan ekaristi. Ada dua jalur menuju lantai dua, di sisi kiri dan sisi kanan.
Please come to this church when you visit Medan, even though you are not Catholic. This beautiful place is worth to visit.
Please come to this church when you visit Medan, even though you are not Catholic. This beautiful place is worth to visit.
Tuesday, March 28, 2017
Yummy Breakfast at Aryaduta Medan
New
May 2016
Memilih penginapan di kota Medan tidak sesulit seperti kami memilih hotel di Parapat dan Tuk-Tuk. Dan pilihan kami jatuh pada Aryaduta Medan karena lokasinya yang cukup strategis (dekat dengan Merdeka Walk dan Grand Palladium Mall) dan menu sarapannya sangat-sangat bervariasi.
Sarapan penting bagi saya sebelum memulai agenda jalan-jalan
seharian, tidak sarapan bisa bikin saya masuk angin. Biasanya saya selalu memastikan memilih hotel yang menyediakan fasilitas sarapan.
Friday, March 24, 2017
Samosir Villa Resort
New
May 2016
Pada trip ini kami menginap di tiga hotel, yaitu Danau Toba Cottage di Parapat, Samosir Villa Resort di Tuktuk dan Aryaduta di Medan. Dalam post kali ini saya akan sedikit review Samosir Villa Resort.
| Samosir Villa Resort |
Kami memilih menginap di daerah Tuk-Tuk karena akses kemana-mana lebih deket. Poin plus Samosir Villa Resort ini termasuk hotel "baru" yang mempunyai pemandangan Danau Toba yang keren banget. Fasilitas kolam renang dewasa dan anak-anak (ada dua kolam renang), restoran, gazebo dan beberapa spot photo kece membuat suasana semakin
menyenangkan.
Posisi hotel ini juga dilewati feri baik yang sedang menuju ke Pulau Samosir atau hendak kembali ke Prapat. Jadi kalau kita naik feri dari Pelabuhan Tigaraja maka dapat langsung diantar menuju hotel ini.
Proses check in lumayan cepat, kami mendapat kamar di atas, menghadap kolam renang dan area makan. Air kolam renangnya dingin banget.
Untuk kamarnya sendiri standar tapi cukup luas, tipe hotel-hotel lama gitu. Kamar mandi, sprei dan handuk bersih.
Posisi hotel ini juga dilewati feri baik yang sedang menuju ke Pulau Samosir atau hendak kembali ke Prapat. Jadi kalau kita naik feri dari Pelabuhan Tigaraja maka dapat langsung diantar menuju hotel ini.
| Samosir Villa Resort |
![]() |
| Samosir Villa Resort |
Untuk kamarnya sendiri standar tapi cukup luas, tipe hotel-hotel lama gitu. Kamar mandi, sprei dan handuk bersih.
| Twin Share Samosir Villa Resort |
| View form Our Room in Samosir Villa Resort |
Monday, March 20, 2017
Vihara Avalokitesvara Pematang Siantar
New
May 2016
Saat kami datang, vihara ini dalam tahap pemugaran dikarenakan banjir yang sebelumnya melanda kota Pematang Siantar, sehingga seharusnya tertutup untuk umum. Berkat negosiasi antara supir kami dengan security akhirnya kami diperbolehkan melihat-lihat sebentar. Dikasih lama juga ga bakal d, panas banget.....
Vihara Avalokitesvara terbuka untuk umum dan kita dapat melihat patung Dewi Kwam Im yang menjulang tinggi. Di dahi Sang Dewi terdapat berlian sebagai bukti kemakmuran warga.
Tuesday, February 28, 2017
Huta Siallagan Desa Ambarita
New
May 2016
Desa Ambarita merupakan sebuah kampung tempat kompleks situs batu Sialagan di mana terdapat beberapa rumah adat Batak yang masih ditinggali oleh keturunan raja-raja Batak sampai saat ini.
Jadi di desa ini selain rumah-rumah adat terdapat seperangkat batu dan meja sebagai tempat
persidangan yang dipakai oleh Raja Sidabutar, Raja Siallagan, dan Raja Sidauruk untuk menyidang warganya
yang melakukan kesalahan. Hukum mati (pancung)
merupakan hukuman yang ditetapkan bagi seseorang yang berbuat kejahatan
berat seperti pembunuh atau pemerkosa.
Konon setelah meninggal, badan terdakwa yang sudah terpenggal ini lalu dibedah untuk diambil
jantung dan hatinya, lalu dimakan Sang Raja untuk menambah kekuatan dan
kesaktiannya. Pada saat masuknya agama Kristen
ke tanah Batak, penerapan hukuman
pancung tidak lagi dilaksanakan termasuk penggunaan ilmu-ilmu gaib ditinggalkan.















