my journey to love more...my stories to be happy...

Tuesday, October 11, 2016

Rumah Tjong A Fie

No comments
May 2016
Tjong A Fie Mansion
Setelah kenyang di Restoran Tip Top kami beranjak menuju Tjong A Fie Mansion atau rumahnya Tjong A Fie semasa hidup di Medan. Mungkin sudah banyak yang tahu ya, kalau Tjong A Fie ini legendaris banget di Medan. Beliau merupakan orang terkaya di kota Medan pada masanya. Jadi rumah yang terletak di Jl. A. Yani ini dibangun untuk istri ketiganya dan anak-anak dari istrinya ini. Istri keduanya juga diberikan rumah yang tak kalah megahnya di Penang. Sedangkan istri pertama di China tidak banyak yang tahu ceritanya, ya karena Tjong A Fie ini mendapat kekayaannya dari hasil kerja kerasnya di wilayah Hindia Belanda, setelah meninggalkan China.
Tjong A Fie Mansion - Sempoa
Tjong A Fie Mansion - Vacuum Cleaner
Untuk dapat melihat-lihat bagian dalam rumah ini, kita harus membeli tiket masuk sebesar IDR 35.000/orang dan harus ditemani guide untuk berkeliling, karena katanya beberapa bagian rumah ini masih aktif ditinggali oleh keturunan Tjong A Fie. Rumah ini telah berusia ratusan tahun, jadi oleh karena termakan usia dan kurangnya dana pemeliharaan,  beberapa bagian rumah bernilai seni sangat tinggi telah rusak. Ini bukti harta banyak bisa habis sebelum tujuh turunan ya, apalagi jika keturunannya beranak pihak banyak :)>- Eh tapi sebenarnya setelah wafatnya, sebagaian besar harta Tjong A Fie dihibahkan untuk amal sesuai wasiat beliau.

Saat berkeliling di lantai dua, guide tidak mengizinkan kami mengambil foto ruang sembayang di lantai dua tersebut, lagian serem lah ya kalau ada yang ikutan mau difoto tiba-tiba. Secara keseluruhan menurut saya rumah yang di Penang lebih terawat atau setidaknya koleksi-koleksi yang ditampilkan lebih banyak. Atau juga memang istri yang di Penang lebih suka shopping dibanding istri yang di Medan ya jadi koleksinya lebih banyak. Atau yang di Mansion Peranakan Penang ini bukan rumahnya Tjong A Fie ya? hehee....ya secara waktu mengunjunginya tidak menggunakan guide soalnya :D
Tjong A Fie Mansion

Friday, September 30, 2016

Restoran Tip Top Medan

1 comment
May 2016

Kadang merasa bersalah karena punya blog tapi sering dianggurin. Pengen pecut diri sendiri biar (agak) rajin lagi ngeblognya, ehh tapi kalau udah jarang jalan-jalan apa yang mau diceritain ya..hehehe..jadi ini dia lanjutan dari posting perjalanan Medan-Parapat-Samosir.......

Dari Kuala Namu Airport, tujuan pertama kami adalah meredakan kelaparan. Rekomendasi dari supir di bawahlah kami ke Restoran Tip Top yang mana dekat dengan destinasi selanjutnya yaitu Tjong A Fie Mansion. Restoran Tip Top ini kabarnya sangat melegenda di Kota Medan dengan hidangan andalannya ice cream cita rasa kolonial. Lokasinya di daerah Kesawan yang juga tidak jauh dari pusat kota Medan dan cukup berjalan kaki menuju Tjong A Fie Mansion. 

Menurut saya, konsep jadul restoran ini mirip-mirip dengan Toko Oen di Malang, tetapi dari menu sedikit berbeda, lebih banyak makanan beratnya (Western, Chinese dan Indonesian Food). Berikut beberapa menu yang kami coba.




Secara ukuran restoran ini cukup luas, bagian depan area terbuka dan bisa merokok, bagian dalam bebas rokok dan ber-AC. Untuk lantai atas baru dibuka jika lantai bawah sudah penuh atau jika ada acara. Hanya saja atap terlalu rendah dan lampu agak remang-remang, membuat suasana kurang nyaman.

oh ya ada kedai nasi campur / warteq di pojok depan, yang harganya tidak semurah di warteq Jakarta :D



Tip Top Restaurant
Jalan. Jend. A. Yani 92 (Kesawan)
Medan

Sunday, July 10, 2016

Mid Year Trip : Medan-Parapat-Samosir

1 comment
May 2016

Bersyukur setelah setengah tahun vakum angkat ransel, akhirnya di penghujung Mei kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Medan, Parapat dan Pulau Samosir. Senang bangetlah, setelah sebelumnya pengen banget jalan-jalan lagi
beautiful Lake Toba

Perjalanan 4 hari 3 malam ini direncanakan 1 bulan sebelumnya dengan rute Medan-Parapat-Samosir-Brastagi-Medan. Apa daya seminggu sebelum hari H, Gunung Sinabung meletus kembali, rute Brastagi akhirnya di-skip. Di Brastagi ini lah sepertinya yang lebih banyak tempat wisatanya ya, tapi ga papa d lain waktu berarti harus balik lagi ke Sumatera Utara untuk mengunjungi Brastagi.

Selama 4 hari ini kami menyewa kendaraan Innova dengan pertimbangan akan lebih banyak di mobil, dengan perjalanan panjang berjam-jam serta ada bawa orang tua dan anak kecil, Innova akan lebih nyaman bagi perjalanan kami. Bagi yang ingin ke Medan dan sekitarnya dapat menghubungi driver kami ini, rekomen banget, agak pemalu sich tapi baik, nyetirnya ga ngebut dan ga rese.

Dari Bandara Kuala Namu kami langsung menuju Restoran Tip Top di Kota Medan untuk makan siang, kemudian langsung menuju Museum Tjong Afie yang berada tidak jauh dari restoran tersebut. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Parapat yang memakan waktu sekitar 5 jam. Dalam perjalanan menuju Parapat kami singgah di Restoran Sehat Pematang Siantar untuk makan malam.

Hari kedua perjalanan dimulai dengan menuju Pelabuhan Ajibata menuju Tomok dengan feri. Hari Kedua ini kami menginap di Desa Tuk-Tuk dan keesokan sorenya kembali ke Medan. Hari terakhir di kota Medan diisi dengan belanja oleh-oleh dan menuju Graha Maria Annai Velangkanni. Detail perjalanan akan di post secara terpisah ya.

***
Sewa kendaraan Innova di Medan dan sekitarnya
Kurniawan 
HP 082167473010
Rp 800.000/hari sudah termasuk BBM, tol dan penginapan supir

Sunday, July 3, 2016

Rujak Soto Banyuwangi

No comments
Dec 2016
rujak soto
Salah satu kuliner yang kami cicipi dalam perjalan dari Ijen ke Banyuwagi adalah Rujak Soto. Makanan ini rekomendasi dari supir yang kami sewa. Makanan mirip pecel ini disiram kuah soto kuning lengkap dengan jeroan, ditambah kecap manis, emping, juga kerupuk udang. Perpaduan antara bumbu kacang dan kuah soto menghasilkan rasa yang agak unik, yang mana tidak saya suka :D
rujak soto
Selain Rujak Soto, di Banyuwangi  ada juga Rawon Pecel yang tidak sempat saya coba. Rupanya di Banyuwangi ini mereka suka menggabungkan dua makanan menjadi satu ya.
nasi pecel

Thursday, June 30, 2016

Pantai Bama

No comments
Dec 2015

Setelah istirahat sebentar di Wisma Banteng, kami segera menuju Pantai Bama. Rumah makan "layak" terdekat dari penginapan kami adanya di daerah Pantai Bama ini.  Sepanjang perjalanan menuju pantai Bama (kurang lebih 15 menit) kita gak bakalan bosen karena ketemu banyak hal menarik untuk difoto.

Saat memasuki rumah makan kami galau harus lepas alas kakikah. Beberapa pengunjung lain di sana lepas sendal, sedang kami melihat lantainya kotor, jadilah kami mengambil kursi terdekat dari pintu keluar sehingga tidak perlu berkotor-kotor sambil was-was nanti akan ditegur lepas alas kaki oleh pemilik rumah makan. Tidak lama kemudian datang rombongan gathering Chevrolet yang langsung saja masuk beramai-ramai tanpa lepas alas kaki. Amanlah ya, kami ga bakal disuruh lepas sendal nanti :D

Setelah makan kami mulai menuju pantai yang memiliki pasir putih ini, di area ini juga banyak monyet-monyet. Di Pantai Bama ini terdapat penginapan dan bisa snorkling, tinggal sewa kapal dan peralatannya. Selain itu terdapat area hutan mangrove yang merupakan habitat bagi berbagai jenis burung.

Monday, May 2, 2016

Wisma Banteng Savana Bekol

No comments
Dec 2015
Wisma Banteng
Mau back to nature ceritanya, menikmati sensasi menginap  di tengah hutan, jadilah kami menginapnya di Wisma Banteng yang berada di Savana Bekol Taman Nasional Baluran. Saat menginap di sini kami dihimbau untuk menutup pintu dan semua jendela agar tidak ada monyet-monyet jahil yang masuk dan membuat kekacauan di wisma.
Wisma Banteng - Savana Bekol - Taman Nasional Baluran
Karena berada di kawasan konservasi jadi fasilitas yang tersedia agak terbatas. Listrik di penginapan ini hanya menyala dari pukul 18.00 sampai 23.00 saja. Kamar-kamarnya juga kurang bersih dalam arti banyak serangga-serangga kecil di kasur dan kaca jendela. 
Kamar Utama Wisma Banteng dengan AC
Kamar kedua, ranjang twin tanpa AC tanpa kipas angin
Semakin malam semakin banyak serangga yang keluar, ada juga 3 tokek yang menemani kami tidur malam itu. Saya yang langsung sugesti gatal-gatal saat melihat serangga-serangga di kamar itu, akhirnya memutuskan untuk tidur di sofa ruang tengah saja, yang kemudian diikuti teman-teman lain yang memindahkan kasur dari kamar tidur ke ruang tengah.Untuk bisa tidur malam itu saya minum antimo dan semprot-semprot Thieves Spray dari Young Living.
Dapur Wisma Banteng, di depan kamar mandi
Di dapur tersedia panci dan piring yang mencurigakan juga kebersihannya. Area kamar mandi cukup bersih, airnya dingin dan mengalir deras. Saat listrik mati, air masih tetap menyala. 
Salah satu Tokek yang hilir mudik di Wisma Banteng
Untuk makan malam, kami memesan nasi soto di rumah makan di Pantai Bama siang sebelumnya. Sekitar magrib makanan diantar bersamaan dengan si Bapak pemilik rumah makan tersebut pulang. Kelebihan menginap di dalam taman nasional adalah kita dapat langsung mengamati kehidupan alam liar di waktu pagi hari. 
Ruang tengah Wisma Banteng, jendela harus ditutup agar tidak ada monyet jahil masuk

Saturday, April 16, 2016

Monyet-monyet Ekor Panjang di Bekol

No comments
Dec 2015

Taman Nasional Baluran adalah tempatnya para satwa liar seperti banteng, rusa dan monyet. Terutama di Kawasan Pantai Timur Savana Bekol yaitu di Pantai Bama banyak monyet-monyet ekor panjang. Monyet-monyet ini jail sehingga kita harus waspada dengan segala barang bawaan.







Friday, April 8, 2016

Escape to the Wild : Taman Nasional Baluran

No comments
Dec 2015

Dari dinginnya Ijen kami melanjutkan perjalanan menuju panas teriknya Taman Nasional Baluran (TNB) yang berada di Situbondo dengan sebelumnya mampir dahulu ke Pondok Rujak Soto yang menyediakan rujak soto. 

Sekitar tengah hari kami sampai di pintu masuk TNB. Harga tiket yang harus dibayar per orang adalah Rp 15.000,- sedangkan untuk kendaraan roda 4 dikenakan biaya Rp 5000,-. Di Taman Nasional ini area yang paling banyak didatangi turus adalah Savana Bekol dan Pantai Bama. Jalanan menuju Bekol belum beraspal, agak sedikit bergelombang tetapi masih cukup baik. Dari gerbang masuk TNB menuju Bekol sekitar 1 jam.

Malam ini kami akan menginap di daerah Bekol yaitu Wisma Banteng yang dapat ditempati 4 orang (kami bayar biaya tambahan 1 orang Rp 25.000,-), dengan pemandangan yang langsung mengarah ke hamparan rumput luas dan beberapa satwa liar seperti rusa, banteng dan kerbau. Jangan khwatir binatang-binatang ini hanya melintas di samping wisma, tidak mengganggu. Yang lebih mengganggu adalah tokek dan serangga-serangga.

Meski TNB sangat  luas dan ada fasilitas menginap, tetapi tidak banyak tempat makan. Di dekat Wisma Rusa ada warung, yang hanya buka sampai sore hari. Sedangkan untuk makan besar kami harus menuju Pantai Bama. Di Wisma Banteng listrik hanya menyala dari jam 18.00 sampai jam 23.00 dan setelahnya gelap-gelapan sampai pagi. 


Review Wisma Bantengnya menyusul ya...


Saturday, April 2, 2016

End of Year Trip 2015 : Ijen & Baluran

No comments
Dec 2015

Tidak seperti kantor kebanyakan dimana jatah cuti hanya 12 hari setahun, kantor saya memberi jatah cuti 15 hari setahun yang mana 5 hari cuti bersama Lebaran, 5 hari cuti bersama Natal dan 5 hari cuti pribadi. Sayangnya di tahun 2015 ini mulai berlaku peraturan baru yaitu cuti bersama Natal 5 hari ditiadakan dan cuti pribadinya bertambah menjadi 10 hari. Tapi ya namanya sudah terbiasa bertahun-tahun akhir tahun libur maka 80% teman-teman kantor mengajukan cuti di penghujung tahun. Saya tentunya ga mau kalah donk ya :D

Bersama team member get member ini jadilah kami merencanakan perjalanan ke Ijen untuk melihat si api biru kemudian dilanjutkan ke Baluran. Ternyata hari itu tanggal 30 Desember 2015 banyak yang seperti saya ga mau kalah juga, harus liburan akhir tahun. Soeta padat banget, antrian masuk gate check in mengular, butuh sekitar 2 jam untuk kami dapat sampai di depan meja check in.

Sampai di Juanda kami langsung menuju counter Golden Bird untuk sewa kendaraan menuju Boncafe Gubeng untuk makan siang sekalian rapel makan pagi sekalian menunggu jam keberangkatan kereta dari Stasiun Surabaya Gubeg menuju Stasiun Banyuwangi Baru. Walaupun sering naik kereta api, tapi baru kali ini saya mencoba gerbong ekonomi KA Sri Tanjung. Lumayan berasa juga ya 6,5 jam di kereta ekonomi. Sampai di stasiun Banyuwangi Baru kami sudah ditunggu driver untuk langsung mengantarkan ke Ijen. Dalam perjalanan ke Ijen kami isi perut dulu di Restoran Bajak Laut. Harga makanan di restoran ini hampir sama seperti di Jakarta. Paket ayam goreng Rp 25.000,-

Dalam perjalanan ini kami menggunakan trooper mengingat jalan menuju Ijen cukup ekstrim. Sekitar jam 1 malam kami sudah sampai di pintu masuk Ijen. Pintu masuk penanjakan baru dibuka jam 2 sehingga kami melanjutkan tidur di mobil. Sekitar jam 2.30 kami dibangunkan untuk segera  mengantri tiket. Saat bangun tersebut saya merasa kurang fit, ngantuk dan kedinginan sehingga memilih untuk jaga tas teman-teman di mobil saja alias tidak ikut trekking mencari si api biru. Mengingat perjalanan pertama ke Bromo di mana saya juga kurang fit dan berakhir muntah-muntah jadi lebih baik saya pass dulu d walau sudah jauh-jauh ke sini. Ijen ini lebih dingin dari Bromo dan medannya lebih sulit dari Bromo tetapi pemandangannya lebih spektakuler.

Sekitar satu jam, satu orang teman balik ke trooper, ternyata baru seperempat perjalanan dia merasa tidak kuat dan memutuskan untuk kembali. Dari atas turun sampai ke pos Paltuding itu dia antar oleh motor petugas jagawana. Jam 7 pagi teman-teman baru kembali ke tempat kami dan laporan mereka tidak ada blue fire-nya karena semalam hujan...hahaa..jadi tidak terlalu menyesallah ya hanya menunggu di mobil :D

Setelahnya perjalanan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran. Kami menginap di Wisma Banteng di daerah Bekol kawasan Taman Nasional Baluran. Cerita tentang Baluran menyusul di post selanjutnya ya...

*****

Sewa kendaraan dapat menghubungi HP 085234068680


Sunday, March 27, 2016

No comments
Happy Easter ! I hope you had a lovely Easter celebration with your loved ones...


Wednesday, February 17, 2016

Perjalanan Yang Dirindukan

No comments
Feb 2016

Saya lagi rindu banget untuk traveling...hampir sakau. #cedih

Sejak menikah tahun lalu, frekuensi jalan-jalan menjadi berkurang. Cicilan rumah dan mobil serta domestic life berkontribusi besar terhadap menurunnya intensitas traveling saya. Ceritanya prioritas "dipaksa" bergeser. Tahun ini saya belum ada plan traveling sama sekali, liat promo AA juga koq belum ada destinasi yang menarik ya (menarik = murah :D).

Tetapi keadaan tersebut tidak menyurutkan saya untuk tetap berharap akan tetap ada project jalan-jalan. Pengen ke Jepang tahun ini, makanya harus fokus mencari cara untuk mendapatkan side job jadi pundi-pundi uang bisa cepat terisi. Semoga dengan berpikiran positif, maka hal-hal yang baik akan datang dengan sendirinya ya. #sugestidirisendiri

Dari kegiatan jalan-jalan ini yang paling saya rindukan adalah saat menyusun jadwal perjalanan, browsing-browsing tempat wisata, tempat makan, how to get there. Pada saat baca travelog blog  untuk menyusun itinerary, berakhir ga fokus ke tempat tujuan. Langsung kepengen ke tempat lainnya gegara baca review para travel blogger tersebut :((

Sebelum traveling saya biasanya akan membuat catatan lengkap akan tempat-tempat yang akan didatangi. Semuanya harus sudah terencana sampai ke jam-jamnya. Ga ada yang namanya get loss yang disengaja, atau do the spontaneous things. Ehh kalau ketemu tempat belanja bagus dan affordable bisa sich disisipin di jadwal ;)

Saturday, January 2, 2016

Welcome to 2016

1 comment
 Jan 2016

Hi Hello! Happy New Year!!

Welcome to 2016, let's hope 2016 will be more amazing for all of us...

When I began traveling, I never imagined it can make me addicted. Back in 2012, this blog is created to organize and keep track of my travels around the world. Over time the number of places that I visited is not proportionate with the my persistence to write its travel journal. This will be my 2016 homework.

Once again, happy new year and happy travels!  

ps : unlike last years, I do not yet have plans to travel this year. Ada yang mau ditebengin jalan-jalan? ;;)

Sunday, December 20, 2015

Hari Ini, Setahun Lalu

No comments
Dec 2015

Tepat hari ini, setahun lalu saya menikah...ga terasa saya sudah jadi istri orang selama 1 tahun sodara-sodara!

Puji Tuhan sampai hari ini, dalam menghadapi masalah-masalah, kita berusaha jadi satu team yang solid. Drama-drama kecil rumah tangga mah pasti ada, marriage takes hard work, its like a roller-coaster ride but doesn’t mean its not worth it.

Wednesday, October 21, 2015

Discover Hongkong : The Big Buddha and Po Lin Monastery

No comments
Aug 2015
The Big Buddha and Po Lin Monastery was actually in my itinerary last 2 years but I cancelled because we were so tired and exhausted. Plus the weather was freaking hot, no wonder shopping in Citygate Outlet is more interesting. 

We went to Ngong Ping in the noon time after having Sunday Mass at Rosary Church. The best way to travel from Tung Chung to Ngong Ping maybe is by cable car, however we took bus No. 23 form Tung Chung Bus Terminus, which is cheaper but takes longer times.

There are no obvious signboards form the Citygate Outlet to the bus No.23 terminus. Turn out the terminus is in the corner, behind Citygate Outlet and next to Cable Car terminus. The bus terminus is outdoors. 

One hour bus journey from Tung Chung to Ngong Ping was very scenic with beautiful hilly island, lush-green forests, and beaches. The bus makes several stop between Tung Chung Town Centre Bus Terminus  and Po Lin Monastery Bus Terminus.

Arrived the Tian Tan Giant Buddha (free entrance fee) in main entrance, there was a series of giant statue of The Twelve Divine General, each represents 2 hours of a day. First thought, I think it was Chinese Zodiac Statue :D

When I arrived, the Buddha was invisible, the fog swallowed up the Buddha Statue. The fog actually gave the statue a haunting image.

The Buddha is ringed by six smaller statues known as the “Offering of the Six Divas”. There were signs in front of every Deva statue telling people not to throw coins in several different languages, however there were a lot of people trying to get the coins into the statues’ hands.

When we finally got down of the Buddha steps, I thought of going straight ahead to The Wisdom Path. Wisdom Path traces a series of 38 wooden steles (upright monuments) containing verses from the centuries-old Heart Sutra (source http://www.discoverhongkong.com). 

We just follow the sign to the Wisdom Path, after 5 minutes walked in the wilderness, we couldn't saw anybody else walking on this path with us, moreover it's rather silent at some point. I was worried that we might have lost out way somewhere in the wilderness..haha..so we decided to went back to the Ngong Ping Village :D

It says ‘village’ because it was a collection of shops and restaurants. Starbucks and Subways also available here. We went back to Tung Chung by taking the same bus number.

Bus No. 23  
Tung Chung Town Centre Bus Terminus - Po Lin Monastery Bus Terminus
Fare Weekdays : HKD 16/person
Fare Weekend : HKD 25/person

Tuesday, October 20, 2015

Disneyland Hongkong : Flights of Fantasy Parade

No comments
Aug 2015

When the Lion King Show was done, we rushed to  Flights of Fantasy Parade at Main Street. We were late, so we got a crappy spot and relied on our camera’s zoom function to take photos.

This parade combines classic and new Disney characters with 7 parade floats, accompanied by cheerful dancers. The entire parade will take place for about 30 minutes and they make two stops to perform to the waiting audience along the way.









Location : Main Street, U.S.A.
Time : 3:00 pm
Duration : ± 30 min
Powered by Blogger.