my journey to love more...my stories to be happy...

Friday, March 24, 2017

Samosir Villa Resort

No comments
May 2016

Pada trip ini kami menginap di tiga hotel, yaitu Danau Toba Cottage di Parapat, Samosir Villa Resort di Tuktuk dan Aryaduta di Medan. Dalam post kali ini saya akan sedikit review Samosir Villa Resort.

Kami memilih menginap di daerah Tuk-Tuk karena akses kemana-mana lebih deket. Poin plus Samosir Villa Resort ini termasuk hotel "baru" yang mempunyai pemandangan Danau Toba yang keren banget.  Fasilitas kolam renang dewasa dan anak-anak (ada dua kolam renang), restoran, gazebo dan beberapa spot photo kece membuat suasana semakin menyenangkan.

Posisi hotel ini juga dilewati feri baik yang sedang menuju ke Pulau Samosir atau hendak kembali ke Prapat. Jadi kalau kita naik feri dari Pelabuhan Tigaraja maka dapat langsung diantar menuju hotel ini.

Proses check in lumayan cepat, kami mendapat kamar di atas, menghadap kolam renang dan area makan. Air kolam renangnya dingin banget.

Untuk kamarnya sendiri standar tapi cukup luas, tipe hotel-hotel lama gitu. Kamar mandi, sprei dan handuk bersih.


Monday, March 20, 2017

Vihara Avalokitesvara Pematang Siantar

No comments
May 2016

Saat kami datang, vihara ini dalam tahap pemugaran dikarenakan banjir yang sebelumnya melanda kota Pematang Siantar, sehingga seharusnya tertutup untuk umum. Berkat negosiasi antara supir kami dengan security akhirnya kami diperbolehkan melihat-lihat sebentar. Dikasih lama juga ga bakal d, panas banget.....


Vihara Avalokitesvara terbuka untuk umum dan kita dapat melihat patung Dewi Kwam Im yang menjulang tinggi. Di dahi Sang Dewi terdapat berlian sebagai bukti kemakmuran warga.



Tuesday, February 28, 2017

Huta Siallagan Desa Ambarita

No comments
May 2016

Desa Ambarita merupakan sebuah kampung tempat kompleks situs batu Sialagan di mana terdapat beberapa rumah adat Batak yang masih ditinggali oleh keturunan raja-raja Batak sampai saat ini.



Jadi di desa ini selain rumah-rumah adat terdapat seperangkat batu dan meja sebagai tempat persidangan yang dipakai oleh Raja Sidabutar, Raja Siallagan, dan Raja Sidauruk untuk menyidang warganya yang melakukan kesalahan.  Hukum mati (pancung) merupakan hukuman yang ditetapkan bagi seseorang yang berbuat kejahatan berat seperti pembunuh atau pemerkosa. 

Konon setelah meninggal, badan terdakwa yang sudah terpenggal ini lalu dibedah untuk diambil jantung dan hatinya, lalu dimakan Sang Raja untuk menambah kekuatan dan kesaktiannya. Pada saat masuknya agama Kristen ke tanah Batak, penerapan hukuman pancung tidak lagi dilaksanakan termasuk penggunaan ilmu-ilmu gaib ditinggalkan.


Untuk menambah daya tarik wisata di kompleks ini juga terdapat patung Sigale-Gale. Pengunjung diperkenankan untuk berfoto bersama patung ini dengan menggunakan ulos dengan biaya tertentu.

si gale gale

Thursday, February 16, 2017

Pantai Parbaba Samosir

No comments
May 2016
Parbaba Beach

Melanjutkan perjalanan di Pulau Samosir, kami berkunjung ke Pantai Parbaba yang berada di Kecamatan Pangururan, sekitar satu jam perjalanan dari Tomok. Pantai dengan pasir putih ini unik karena bukan berapa di tepi laut tetapi di tepi danau. 



Jika berencana pergi ke Samosir, pantai ini bisa menjadi alternatif tempat menikmati Danau Toba.
Banana Boat in Parbaba Beach


Saturday, February 11, 2017

On The Way to Samosir Island

No comments
May 2016
Okeh lanjut lagi di cerita yang masih bersambung belum tamat-tamat ini. Setelah dari Parapat untuk menuju Pulau Samosir ada dua cara, yaitu melalui jalan darat dan menggunakan kapal feri. Kami tentu saja memilih menggunakan kapal feri, secara ini adalah sarana transportasi yang umum ditemput untuk menuju Pulau Samosir dari Kota Parapat. 


Pada waktu itu, pelabuhan Ajibata sangat ramai dengan truk-truk besar dan wisatawan yang menggunakan mobil pribadi. Dari pelabuhan Ajibata perjalanan hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai Desa Tomok. Panas dan banyaknya anak-anak sekolah yang teriak-teriak serta kursi yang kotor membuat perjalanan terasa sangat lama :(

Harga tiket di Pelabuhan Ajibata ini lebih mahal dibandingkan di Pelabuhan Tigaraja karena memang banyak digunakan oleh wisatawan untuk menyeberang ke Tomok. Kapal feri yang kami tumpangi terdiri dari ruang terbuka dua lantai. Di lantai atas bisa menikmati pemandangan Danau Toba lebih leluasa, ada kursi plastik, tetapi harus merasakan terik matahari. Sementara itu di lantai bawah lebih tertutup dan ruang gerak terbatas.

Pada perjalanan pulang kami memilih tetap berada di dalam mobil yang suhunya lebih adem :D




Saturday, February 4, 2017

Meriam Puntung di Istana Maimun

No comments
May 2016

Akhirnya bersambung lagi ini edisi jalan-jalan ke SuMut. Ya walau perginya kapan, sampe sekarang belum selesai juga ceritanya. Begitulah, ga tamat-tamat diselak kesibukan dan kemalasan :D
Istana Maimun
Istana Maimun adalah salah satu peninggalan sejarah masa Kerajaan Deli merupakan salah satu ikon Kota Medan. Istana ini terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Sampai saat ini istana masih dihuni oleh para ahli waris Kesultanan Deli.

Meriam Puntung

Pada sisi kanan istana kita bisa melihat meriam bernama Meriam Puntung atau Meriam Buntung, berada dalam sebuah bangunan kecil. Menurut legenda, meriam ini adalah jelmaan dari saudara laki-laki seorang puteri yang cantik jelita yang berubah menjadi meriam untuk mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh yang ditolak cintanya oleh sang kakak. Kisah lengkap mengenai legenda Meriam Puntung ini dapat dibaca pada satu buah prasasti di dekat pintu masuk istana.

Di dalam Istana juga terdapat souvenir-souvenir yang dijajakan. Juga ada jasa penyewaan pakaian khas Melayu. Tiket masuk cukup murah, tetapi kondisi Istana khususnya bagian yang dibuka untuk umum agak memprihatinkan (buat saya). Kondisi lantai dan kursi-kursi berdebu, lampu remang-remang yang membuat suasana sumpek, toko-toko souvenir di dalam Istana yang mengganggu pemandangan. Harga tiket yang Rp 5.000 itu mungkin tidak mencukupi biaya perawatan istana (atau biaya hidup ahli waris kesultanan).


Monday, January 2, 2017

Happy Happy New Year

No comments
Jan 2017

Pantai Parbaba Samosir

Another chapter of life is closed, a new beginning starts
Wish you all gentle and peacefull 2017

Saturday, December 31, 2016

2016 Best Nine

No comments
Dec 2016

  • Tahun 2016 ini berasa lebih cepat berlalu dari tahun-tahun sebelumnya
  • Tahun 2016 ini juga tahun yang paling sedikit jalan-jalannya, kebanyakan makan-makannya
  • Tahun 2016 ini tahun dengan timbangan paling berat (merujuk pada poin di atas :p)
  • Tahun 2016 ini ga heran kalau #2016BestNine didominasi oleh photo-photo makanan
  • Tahun 2016 ini akhirnya lulus S1 
 

Happy New Year Eve....

xoxo
iKa.

Sunday, December 25, 2016

Merry Christmas 2016

No comments
Dec 2016

Best Wishes for A Happy Christmas

xoxo
Ika

Tuesday, October 11, 2016

Rumah Tjong A Fie

No comments
May 2016
Tjong A Fie Mansion
Setelah kenyang di Restoran Tip Top kami beranjak menuju Tjong A Fie Mansion atau rumahnya Tjong A Fie semasa hidup di Medan. Mungkin sudah banyak yang tahu ya, kalau Tjong A Fie ini legendaris banget di Medan. Beliau merupakan orang terkaya di kota Medan pada masanya. Jadi rumah yang terletak di Jl. A. Yani ini dibangun untuk istri ketiganya dan anak-anak dari istrinya ini. Istri keduanya juga diberikan rumah yang tak kalah megahnya di Penang. Sedangkan istri pertama di China tidak banyak yang tahu ceritanya, ya karena Tjong A Fie ini mendapat kekayaannya dari hasil kerja kerasnya di wilayah Hindia Belanda, setelah meninggalkan China.
Tjong A Fie Mansion - Sempoa
Tjong A Fie Mansion - Vacuum Cleaner
Untuk dapat melihat-lihat bagian dalam rumah ini, kita harus membeli tiket masuk sebesar IDR 35.000/orang dan harus ditemani guide untuk berkeliling, karena katanya beberapa bagian rumah ini masih aktif ditinggali oleh keturunan Tjong A Fie. Rumah ini telah berusia ratusan tahun, jadi oleh karena termakan usia dan kurangnya dana pemeliharaan,  beberapa bagian rumah bernilai seni sangat tinggi telah rusak. Ini bukti harta banyak bisa habis sebelum tujuh turunan ya, apalagi jika keturunannya beranak pihak banyak :)>- Eh tapi sebenarnya setelah wafatnya, sebagaian besar harta Tjong A Fie dihibahkan untuk amal sesuai wasiat beliau.

Saat berkeliling di lantai dua, guide tidak mengizinkan kami mengambil foto ruang sembayang di lantai dua tersebut, lagian serem lah ya kalau ada yang ikutan mau difoto tiba-tiba. Secara keseluruhan menurut saya rumah yang di Penang lebih terawat atau setidaknya koleksi-koleksi yang ditampilkan lebih banyak. Atau juga memang istri yang di Penang lebih suka shopping dibanding istri yang di Medan ya jadi koleksinya lebih banyak. Atau yang di Mansion Peranakan Penang ini bukan rumahnya Tjong A Fie ya? hehee....ya secara waktu mengunjunginya tidak menggunakan guide soalnya :D
Tjong A Fie Mansion

Friday, September 30, 2016

Restoran Tip Top Medan

1 comment
May 2016

Kadang merasa bersalah karena punya blog tapi sering dianggurin. Pengen pecut diri sendiri biar (agak) rajin lagi ngeblognya, ehh tapi kalau udah jarang jalan-jalan apa yang mau diceritain ya..hehehe..jadi ini dia lanjutan dari posting perjalanan Medan-Parapat-Samosir.......

Dari Kuala Namu Airport, tujuan pertama kami adalah meredakan kelaparan. Rekomendasi dari supir di bawahlah kami ke Restoran Tip Top yang mana dekat dengan destinasi selanjutnya yaitu Tjong A Fie Mansion. Restoran Tip Top ini kabarnya sangat melegenda di Kota Medan dengan hidangan andalannya ice cream cita rasa kolonial. Lokasinya di daerah Kesawan yang juga tidak jauh dari pusat kota Medan dan cukup berjalan kaki menuju Tjong A Fie Mansion. 

Menurut saya, konsep jadul restoran ini mirip-mirip dengan Toko Oen di Malang, tetapi dari menu sedikit berbeda, lebih banyak makanan beratnya (Western, Chinese dan Indonesian Food). Berikut beberapa menu yang kami coba.




Secara ukuran restoran ini cukup luas, bagian depan area terbuka dan bisa merokok, bagian dalam bebas rokok dan ber-AC. Untuk lantai atas baru dibuka jika lantai bawah sudah penuh atau jika ada acara. Hanya saja atap terlalu rendah dan lampu agak remang-remang, membuat suasana kurang nyaman.

oh ya ada kedai nasi campur / warteq di pojok depan, yang harganya tidak semurah di warteq Jakarta :D



Tip Top Restaurant
Jalan. Jend. A. Yani 92 (Kesawan)
Medan

Sunday, July 10, 2016

Mid Year Trip : Medan-Parapat-Samosir

1 comment
May 2016

Bersyukur setelah setengah tahun vakum angkat ransel, akhirnya di penghujung Mei kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Medan, Parapat dan Pulau Samosir. Senang bangetlah, setelah sebelumnya pengen banget jalan-jalan lagi
beautiful Lake Toba

Perjalanan 4 hari 3 malam ini direncanakan 1 bulan sebelumnya dengan rute Medan-Parapat-Samosir-Brastagi-Medan. Apa daya seminggu sebelum hari H, Gunung Sinabung meletus kembali, rute Brastagi akhirnya di-skip. Di Brastagi ini lah sepertinya yang lebih banyak tempat wisatanya ya, tapi ga papa d lain waktu berarti harus balik lagi ke Sumatera Utara untuk mengunjungi Brastagi.

Selama 4 hari ini kami menyewa kendaraan Innova dengan pertimbangan akan lebih banyak di mobil, dengan perjalanan panjang berjam-jam serta ada bawa orang tua dan anak kecil, Innova akan lebih nyaman bagi perjalanan kami. Bagi yang ingin ke Medan dan sekitarnya dapat menghubungi driver kami ini, rekomen banget, agak pemalu sich tapi baik, nyetirnya ga ngebut dan ga rese.

Dari Bandara Kuala Namu kami langsung menuju Restoran Tip Top di Kota Medan untuk makan siang, kemudian langsung menuju Museum Tjong Afie yang berada tidak jauh dari restoran tersebut. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Parapat yang memakan waktu sekitar 5 jam. Dalam perjalanan menuju Parapat kami singgah di Restoran Sehat Pematang Siantar untuk makan malam.

Hari kedua perjalanan dimulai dengan menuju Pelabuhan Ajibata menuju Tomok dengan feri. Hari Kedua ini kami menginap di Desa Tuk-Tuk dan keesokan sorenya kembali ke Medan. Hari terakhir di kota Medan diisi dengan belanja oleh-oleh dan menuju Graha Maria Annai Velangkanni. Detail perjalanan akan di post secara terpisah ya.

***
Sewa kendaraan Innova di Medan dan sekitarnya
Kurniawan 
HP 082167473010
Rp 800.000/hari sudah termasuk BBM, tol dan penginapan supir

Sunday, July 3, 2016

Rujak Soto Banyuwangi

No comments
Dec 2016
rujak soto
Salah satu kuliner yang kami cicipi dalam perjalan dari Ijen ke Banyuwagi adalah Rujak Soto. Makanan ini rekomendasi dari supir yang kami sewa. Makanan mirip pecel ini disiram kuah soto kuning lengkap dengan jeroan, ditambah kecap manis, emping, juga kerupuk udang. Perpaduan antara bumbu kacang dan kuah soto menghasilkan rasa yang agak unik, yang mana tidak saya suka :D
rujak soto
Selain Rujak Soto, di Banyuwangi  ada juga Rawon Pecel yang tidak sempat saya coba. Rupanya di Banyuwangi ini mereka suka menggabungkan dua makanan menjadi satu ya.
nasi pecel

Thursday, June 30, 2016

Pantai Bama

No comments
Dec 2015

Setelah istirahat sebentar di Wisma Banteng, kami segera menuju Pantai Bama. Rumah makan "layak" terdekat dari penginapan kami adanya di daerah Pantai Bama ini.  Sepanjang perjalanan menuju pantai Bama (kurang lebih 15 menit) kita gak bakalan bosen karena ketemu banyak hal menarik untuk difoto.

Saat memasuki rumah makan kami galau harus lepas alas kakikah. Beberapa pengunjung lain di sana lepas sendal, sedang kami melihat lantainya kotor, jadilah kami mengambil kursi terdekat dari pintu keluar sehingga tidak perlu berkotor-kotor sambil was-was nanti akan ditegur lepas alas kaki oleh pemilik rumah makan. Tidak lama kemudian datang rombongan gathering Chevrolet yang langsung saja masuk beramai-ramai tanpa lepas alas kaki. Amanlah ya, kami ga bakal disuruh lepas sendal nanti :D

Setelah makan kami mulai menuju pantai yang memiliki pasir putih ini, di area ini juga banyak monyet-monyet. Di Pantai Bama ini terdapat penginapan dan bisa snorkling, tinggal sewa kapal dan peralatannya. Selain itu terdapat area hutan mangrove yang merupakan habitat bagi berbagai jenis burung.

Powered by Blogger.