Saturday, June 17, 2017

Pondok Flora & Kilang Kopi Kiniko

Mar 2017

Dari derasnya hujan di Lembah Harau kami menuju ke Kilang Kopi Kiniko setelah sebelumnya makan siang di RM. Pondok Flora. Rumah makan ini recommend banget, kami hanya menghabiskan Rp 152.000 untuk porsi makan 5 orang. Bukan porsi makan diet ngirit loh. Rasanya pun cukup enak dibanding dengan RM Padang lainnya (sebenarnya masalah rasa ini masalah selera sich ya).

Kilang Kopi Kiniko berlokasi di Tabek Patah. Tempatnya kalau dari jalan raya harus masuk dalam gang. Berbeda dengan di Lembah Harau yang sejuk, maka di Kiniko ini matahari terik membara, panas bangetlah siang itu. Mau foto-foto aja sudah males karena panasnya.

Ada dua bangungan utama di tempat ini, yaitu satu bangunan berupa kilang / pabrik yang berfungsi untuk memproses kopi. Bangunan satu lagi berupa toko merangkap kedai kopi yang menjual Kopi Kiniko, kayu manis dan berbagai produk makanan kecil, gantungan kunci, kalung dan pernak pernik souvenir lainnya.

Di bagian dalam kedainya tersedia panci / gentong yang berisi  teh daun mulberi dan juga teh daun kopi. Para pengunjung bebas untuk mencicipi teh-teh ini, free flow, hanya dikenakan biaya kurang dari Rp 5.000,- (lupa tepatnya berapa :D). Saya tidak mencoba ya, karena dari baunya saja sudah tidak enak. Walaupun demikian teh-teh ini sangat berkasiat, seperti teh daun kopi untuk menetralisir lemar dan menyegarkan badan. Sedangkan teh daun murbei dapat menurunkan demam, sakit kepala dan darah tinggi.

Saturday, May 27, 2017

Yuk Tanam Sendiri Makananmu

Apr 2017

Alasan kenapa saya menulis blog ini adalah karena saya harap dapat berbagi informasi perjalanan yang sudah saya lakukan dan semoga ini bisa membantu teman-teman yang mau jalan-jalan baik ke dalam dan luar negeri tanpa menggunakan jasa agen tour & travel. Dengan membaca kembali kisah perjalanan, saya juga dapat mengenang kembali proses perjalanan yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. 

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan bahwa frekuensi perjalanan sekarang agak berkurang, saya berusaha mencari hal lain yang tidak membuat keluar dari kejenuhan pekerjaan dan setrikaan yang tidak pernah habis itu. Salah satunya dengan mencoba tanam menanam.

Dulu waktu masih di rumah ortu, mama punya banyak pohon-pohonan buah atau sayuran, yang bisa dimakan gitulah. Ada pepaya, kedondong, belimbing, srikaya, jambu, mangga (yang tidak pernah berbuah sampai sekarang), jeruk limau, jeruk purut, sirih merah, sirih hijau, cabe keriting, ciplukan, pandang dan pohon suji. Semua tanamannya ijo royo-royo, padahal kalau ada bunga-bungaan baguskan ya, jadi lebih berwarna.

Akhirnya pindah ke rumah sendiri, mulailah bebeli bunga-bungaan. Saya bisa beli bibit bunga di kebunbibit.id dan saat Pameran Flora Fauna di Lapangan Banteng. Beberapa bunga berhasil tumbuh dan banyak juga yang meranggas.

Akhir berasa tidak berbakat jadi suamilah yang dikaryakan dan dia jadi suka juga. Di rumah inlaw di Cilacap juga ada pohon pisang, strawberry dan alpukat, jadi sebenarnya dia cukup familiarlah dengan tanam menanam ini. Dan dia lebih telaten, bisa ngajak ngomong taneman juga :D

Tahun kemarin sempat menanam kangkung, bayam, sawi dan kailan dengan sistem hidroponik. Lumayan bisa panen satu kali, setelah itu ga tahan sama hamanya. Awal tahun ini mulai bermekaran bunga-bunga markisa. Berbunga sangat banyak, tapi sayang buahnya tidak sampai 10 buah.

Pandan wangi yang sudah beranak pihak per pot-pot dan ada juga yang sudah dipangkas buang.

Lagi nunggu Pepaya Jepangnya berbunga dan kemudian berbuah (eh bisa berbuah ga sich ini pepaya Jepang).

Bunga Melati Thailand yang semakin hari semakin berkurang daun dan bunganya.

Peppermint dan Chocomint yang lumayan cepat pertumbuhannya.

Wednesday, April 26, 2017

How I Spend My Birthday : Another Visit to Big Bad Wolf 2017

Apr 2017
Big Bad Wolf Book Sale 2017
Yesterday is my birthday. It was just an ordinary day for me, so there was no party, no cake, no celebration at all. I chose for it to be that way though so everything was okay. But what make it special is my hubby agree to bring me to to Big Bad Wolf Book Bazaar again. He will made me happier if he pay all the books I bought ;) 
Kitab awet muda
Paper Castle. Pengen tapi kebayang ribetnya.
Banyak buku-buku yang berada di dalam kardus. Kardus besar seperti ini maupun kardus-kardus kecil. Jadi ini adalah kardus-kardus yang dititip tapi tidak jadi diambil (24 jam masa titip).
Buku-buku dalam kardus yang berantakan. Susah buat cari bukunya.
Surprisingly no queuing at all.

Ga ada antrian sama sekali. Begitu sampai depan kasir langsung scanning trus bayar. How lucky I'm.
Anyway it makes me curious, why this event called Big Bad Wolf Book Sale Jakarta? Hence the location of this bazaar is on Tangerang :D

Tuesday, April 25, 2017

How I Spend My Weekend : Big Bad Wolf 2017

Apr 2017

Menyela postingan jalan-jalan ke SumBar dulu ya....

Senangnya di bulan April ini sampai akhir Juni nanti banyak hari libur. Long weekend pertama (14-16 Apr) berhasil geret suami ke Singapore yang berakhir dengan perasaan galau ga happy. Seperti berasa kurang lama, kurang seru, kurang dapet belanjaan, kurang dapet foto-foto bagus, serba kurang lah pokoknya. Nanti akan diposting terpisah setelah seri perjalanan SumBar selesai ya (who knows when :D). 
It's auuwsome BBW 2017
Nah long weekend selanjutnya udah prepare (budget) untuk ke Big Bad Wolf (BBW) setelah puas banget ke BBW tahun kemarin. BBW 2017 ini sendiri berlangsung dari 21 April s.d. 2 Mei 2017 dan terus dibuka selama 24 jam non stop. Pada tanggal 20 April nya mereka mengadakan acara preview BBW kemarin yang dibuka dari jam 09.00 s.d. 23.00 WIB untuk para pemegang pass VIP.

Liat-liat di IG dengan tagar #bbwbooks rame bangeeett pengunjungnya. Trus liat komen-komen di official IG @bbwbooks_id itu banyak cewe-cewe (ibu-ibu) complaint. Sebagian besar dari mereka complaint kasir yang antriannya panjang banget dan lama.

Salah satu penyebabnya disuspect karena para jasa titip beli yang merajarela. Borong sampe bertroli-troli. Yang mau belanja 2-3 buku mesti antri berjam-jam (4-5 jam). Selain juga karena kasir-kasirnya kerjanya masih agak lambat (penyelenggara terima jasa freelance, jadi mungkin mereka ini belum terbiasa cepat).

Awalnya gw sedih begitu tau ada tiket VIP, tapi ga bisa ikutan, karena khawatir buku-buku bagusnya dah ludes. Nah pas udah baca banyak review di IG tersebut, jadi agak berasa beruntung juga. Mulai mikir enaknya datang jam berapa biar cari-cari bukunya enak dan antrian kasir masih manusiawi.

Akhirnya dapat ilhan akan jalan dari rumah jam 3 pagi. Kenyataannya jam 4.30 baru bangun...hehee...Sampai di ICE sekitar jam 6 kurang, yang pertama diliat kasir. Untungnya masih lumayan sepi, baru d mulai liat-liat bukunya. 

Dari segi kuantitas, tahun ini terlihat lebih banyak buku yang dipamerkan (dijual). Ada food truck dan playground untuk anak-anak. Sayangnya pagi itu food truck dan playgroundnya masih tutup, penukaran Mandiri Fiesta Poin untuk antrian Fast Tract juga masih tutup. 

Targetnya gw mau nyari activity book set anak-anak dan tools box yang mana sudah ludes donk, ga liat sama sekali, dan ga jelas juga akan restock apa engga. Suami dapat 2 buku yang dah buat dia happy tapi ogah buat balik lagi. Sesuai ultimatum cicinya kalau ke BBW itu boros dan buku-bukunya ga bagus. Ntah kategori buku bagusnya itu apa. #jadicurhat

Seperti tahun kemarin juga, event ini bekerja sama dengan Bank Mandiri sebagai salah satu sponsor, nah bedanya tahun ini di dekat pintu masuk ada tulisan "Di sini tidak bisa menggunakan kartu debit BCA" hahaaha...sampe segitunya ya :D
BCA ga laku di BBW 2017
Untuk masuk ke pameran ini gratis, tapi untuk masuk ke ICE nya dikenakan biaya parkir Rp 20.000,- flat untuk 24 jam (bisa bolak balik keluar masuk dalam 24 jam). Ini tarif parkirnya mahal banget dah, tahun kemarin seinget gw ga semahal ini deh. 

Kita selesai sekitar jam 9 pagi, antrian di kasir mulai ramai, tapi syukurnya selesai lumayan cepat. Target berikut akan datang kembali sebelum hari terakhir tanggal 2 Mei besok (kalau suami berhasil terbujuk).
Antrian kasir BBW 2017

Monday, April 17, 2017

Lembah Harau, Gunuang Sansai Bakuliliang

Mar 2017
Perjalanan hari kedua dari Bukittinggi menuju Payakumbuh hingga ke Lembah Harau itu gunung-gunung (eh gunung apa bukit ya :D) bakuliliang alias berkeliling di sekitar kita. 

Untuk memasuki kawasan Lembah Harau kami dikenakan retribusi per orang Rp 5.000,-. Di Lembah Harau ada beberapa air terjun dan kolam pemandian. Kami hanya sempat mengunjungi Sarasah Akar Berayun untuk berfoto sebentar karena hujan gerimis yang berubah cepat menjadi hujan deras. 

Bagi para pecinta air terjun, tebing-tebing tingi dan wisata alam silahkan kunjungi Lembah Harau.
Air Terjun Lembah Harau

Saturday, April 15, 2017

Minangkabau Cultural Center

Mar 2017

Setelah kenyang mencicipi Sate Mak Syukur, kami langsung beranjak menuju Minangkabau Cultural Center atau Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang berlokasi di Padang Panjang. Jadi PDIKM ini bisa dikatakan sebagai museum yang berisikan segala dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan kebudayaan Minang.

Bangunan PDIKM berbentuk Rumah Gadang besar dengan halaman yang luas. Di bagian bawah Rumah Gadang ini terdapat Pelaminan Minang. Mereka menyewakan pakaian-pakaian adat kepada pengunjung dengan biaya Rp 25.000/orang. Kemudian setelah didandani lengkap dengan sunting dapat berfoto di pelaminan. Jika difoto oleh fotografer yang berada di sana dikenakan biaya lagi, biaya untuk cetak fotolah bisa dibilang. 

Pada saat kami datang ada rombongan berpuluh-puluh orang yang antri menyewa pakaian dan berfoto di lantai bawah dan kemudian lanjut berfoto di lantai atas.

Saya mah nontonin aja mereka, lumayan heboh loh walau sudah cukup dewasa :D

Kemudian jadi fotografer untuk teman-teman ini. Kenapa saya tidak ikut sewa pakaiannya? Ya karena itu pakaian kan abis dipake orang-orang ramai itu, yang pasti keringetan ya karena sumpek banget di bawah sana, jadi ya begitulah..hehe..kecuali itu baju baru dari laundry bolehlah ;)

Wednesday, April 12, 2017

Mencicipi Sate Mak Syukur

Mar 2017
Sate Mak Syukur
Sate Mak Syukur di Kota Padang Panjang disebut-sebut yang paling enak dan melegenda di kalangan wisatawan. Kalau dalam perjalanan dari Padang ke Bukit Tinggi katanya harus mampir ke rumah makan ini. Kalau dulu Mak Syukur harus berkeliling menjajakan satenya, sekarang orang-orang yang bela-belain datang dari berbagai kota untuk makan di Sate Mak Syukur, termasuk keluarga Presiden SBY.

Okay jadi gimana rasa sate ini? Ga suka kakak....


Dagingnya empuk dan bumbunya meresap ke dalam daging, tapiii kuah kuning kentalnya itu loh, kurang cocok buat saya yang terbiasa makan sate dengan bumbu kacang. Agak mirip dengan kuah Martabak Tambinya Palembang seingat saya (sudah bertahun-tahun lalu mencicipi Martabak Tambi ini). Jumlah sate yang disajikan 8 tusuk dengan harga Rp 25.000,-

ps :
Awalnya saya kira bahwa Mak Syukur itu artinya “Emak” yang berarti Ibu Syukur. Tetapi setelah hari keempat saya tiba di Padang, baru saya tahu, panggilan “Mak” merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yaitu panggilan untuk laki-laki dewasa :D

Tadinya, saya berpikir bahwa Mak Syukur itu artinya “emak” dalam bahasa Jakarta, yang berarti ibu. Tetapi setelah saya tiba di Padang Panjang, tempat sate Mak Syukur itu berasal, baru saya tahu, panggilan “Mak” dalam Sate Mak Syukur merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yang itu adalah panggilan untuk laki-laki dewasa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarzainudin/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur_5500c1f28133116619fa7d94
Tadinya, saya berpikir bahwa Mak Syukur itu artinya “emak” dalam bahasa Jakarta, yang berarti ibu. Tetapi setelah saya tiba di Padang Panjang, tempat sate Mak Syukur itu berasal, baru saya tahu, panggilan “Mak” dalam Sate Mak Syukur merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yang itu adalah panggilan untuk laki-laki dewasa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarzainudin/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur_5500c1f28133116619fa7d94

Sunday, April 9, 2017

Aie Mancua Lembah Anai

Mar 2017
Air Terjun Lembah Anai
Lembah Anai terletak antara Kota Padang dan Bukit Tinggi. Air terjun ini dikatakan sangat istimewa karena terletak di tepi jalan. Di tepi jurang tidak jauh dari air terjun ada beberapa monyet yang menunggu diberi makan.

Biaya masuk yang dikenakan bagi para wisatawan juga cukup murah yaitu Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Dari beberapa blog dan artikel yang saya baca sebelum berangkat, semuanya menggambarkan keindahan Lembah Anai ini, hanya saat sampai di sana ntah kenapa saya berasa air terjun ini terlihat biasa saja ya, mungkin memang saya tidak pandai menikmati alam :)>-

Tidak berlama-lama di sini, ya karena bingung juga lama-lama mau ngapain lagi. Tidak jauh setelah melewati Lembah Anai, ada pemandian unik terletak persis di pinggir jalan


Kami kira itu semacam pemandian air panas, karena Kabupaten Tanah Datar ini lumayan sejuk agak dingin gitu. Ternyata itu pemandian air biasa yang menurut Uda Haikal airnya dingin banget. Aduh main air dingin plus ditonton orang lewat lalu lalang, engga deh ya....Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi melalui Padang Panjang.

Friday, April 7, 2017

Sumatera Barat dalam 4 Hari

Mar 2017

Rencananya perjalanan 4 hari 3 malam kami akan mengikuti rute berikut :

Hari 1 : Menginap di Grand Rocky Hotel - Bukit Tinggi
Minangkabau International Airport
Soto Garuda
The Minangkabau Cultural Center

Hari 2 : Menginap di Aie Angek Cottage - Bukit Tinggi
Ngarai Sianok
Gua Jepang
Jam Gadang
Pasar Atas Bukit Tinggi
Nasi Kapau Uni Lis
Danau Maninjau

Hari 3 : Menginap di D'Oxville Hotel - Padang
Kilang Kopi Kiniko
Istana Basa Pagaruyung
Danau Singkarak

Hari 4 : 
Pantai Air Manis
Jembatan Siti Nurbaya
Toko Oleh-oleh Christine Hakim
Minangkabau International Airport

Pada kenyataannya ada sedikit perubahan, karena hari ketiga kami akan kembali ke Padang, maka rute perjalanan ditukar dengan rencana hari kedua. Jadi rute hari ketiga di atas tersebut lumayan lama perjalanan, sedangkan target kami sekitar jam 7 malam harus sudah sampai Kota Padang lagi.

Untuk kendaraan kami menggunakan jasa Uda Haikal (HP 085210851086). Lumayan OK lah nyetirnya, tidak seperti  supir bus AKAP. Rekomendasi tempat makannya lumayan, hanya kurang tahu latar belakang tempat-tempat yang kami kunjungi.

Harga sewa Innova plus supir di luar BBM Rp 500.000/hari. Biaya penginapan karena perjalanan keluar kota (si Uda home basenya di Padang) Rp 140.000/malam. Makan siang dan malam ikut kami.



Wednesday, April 5, 2017

Ranah Minang Rancak Bana

Mar 2017

Akhirnya selesai juga post terakhir dari perjalanan ke Sumatera Utara..hehehee..beneran hampir kaya cicilan kartu kredit 12 kali, ini 11 kali post aja cukup :p Nah karena sudah lunas berarti saatnya berlanjut ke seri jalan-jalan ke Sumatera Barat. Tenang ini bukan late post lagi, lumayan masih fresh.

Istana Pararuyung
Harpitnas akhir Maret kemarin kami memutuskan menjelajah Pulau Sumatera kembali, mengunjungi Padang - Bukit Tinggi dan daerah-daerah sekitarnya. Sumatera Barat itu ternyata lumayan luas ya, perjalanan bisa berjam-jam. Agak-agak jenuh di dalam mobil. Hanya saja jalanannya bisa dibilang lurus-lurus tidak terlalu berkelok-kelok seperti perjalanan dari Medan ke Danau Toba, ga gitu mabok di jalan jadinya.
Pantai Muaro Lasak - Padang

Perjalanan 4 hari 3 malam cukup banget untuk puasa makan masakan padang 6 bulan ke depan kayanya..hehehe..Ternyata yach beda daerah, beda rumah makan, beda rasa banget. Menu-menu yang ditawarkan juga lebih banyak dari Rumah Makan Padang di Jakarta. Dari beberapa tempat yang paling juara rasanya (cocok di lidah saya) adalah di Pondok Flora, Batusangkar.
Jam Gadang

Pemesanan hotel kami lakukan seminggu sebelum keberangkatan, yang ternyata sudah susah mendapatkan kamar. Beberapa hotel yang di-recommend di Bukti Tinggi, seperti Grand Rocky dan Novotel sudah full booked untuk 2 malam (kami menginap 2 malam di Bukit Tinggi dan 1 malam di Padang). Sedangkan untuk Grand Royal Denai Hotel ntah kenapa tidak bisa reservasi lewat Agoda dan Traveloka.
Batu Malin Kundang - Pantai Air Manis

Akhirnya kami reservasi 2 malam di Aie Angek Cottage. Dua hari sebelum berangkat, iseng-iseng cek Agoda lagi, ternyata di Grand Rocky ada kamar untuk 1 malam, langsung book dan cancel 1 malam di Aie Angek, yang mana ternyata keputusan yang tepat. Aduh Aie Anggek Cottage ini overrated dan overpriced lah.

Lanjut ke postingan setelah ini ya untuk tempat-tempat yang kami kunjungi, baik tempat wisata, kuliner dan penginapannya.

***

Monday, April 3, 2017

How I Spend My Weekend : Banteng Expo 2017

Mar 2017

Setelah tahun kemarin puas dan pengen bawa pulang semua tanaman di Flona 2016, awal tahun ini tentu saja tidak melewatkan acara pameran serupa, namanya Banteng Expo 2017. Beda judul dengan tahun lalu tapi ini pameran masih sama yaitu berisi lapak penjual tanaman, hewan peliharaan, barang-barang sarana pertanian dan beberapa lapak penjual kerak telor.

Jadilah hari Sabtu dua minggu lalu (iyaaa ini lagi-lagi late post) bela-belain dateng ke Lapangan Banteng, geret suami meski dia masih kurang enak badan. Perbedaan dengan pameran tahun lalu adalah tidak adanya stand / spot-spot berhias yang dibawahi oleh Pemprov DKI. Minim dekorasi bangetlah. Mana nyari gerbangnya saja tidak ketemu, entah memang tidak ada atau pas kami datang kemarin sudah dicopot atau saya saja yang siwer ga ngeliat :D

Tidak lama sampai di lokasi suami ribet nyari toilet, saya ribet pengen photo-photo bunga-bunga yang cantik-cantik tapi dijagain sama yang jual. Belum juga sejam di sana, hujan turun lumayan deras, berakhirlah acara photo-photo dan ngetem di lapak penjual pot-pot. 

Kecewa hanya mendapat sedikit photo cukup tergantikan dengan membawa beberapa pot, tanah dan pupuk kandang...hahaa...Sebenarnya pengen adopsi bunga-bunga yang cantik itu, apa daya tunggu sekitar akhir tahun saja lah, biasanya ada pameran seperti ini lagi.
Murbei - Banteng Expo 2017

Anggrek - Banteng Expo 2017
Anggrek - Banteng Expo 2017

Kol - Banteng Expo 2017

Mawar Merah - Banteng Expo 2017

Mawar - Banteng Expo 2017

Monumen Pembebasan Irian Jaya - Banteng Expo 2017

Saturday, April 1, 2017

Gereja Maria Annai Velangkanni

May 201

Last episode of Medan-Samosir Trip, please see the other posts; part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7, part 8, part 9 and part 10.


Hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta kami berkunjung ke Gereja Maria Annai Velangkanni yang terletak Perumahan Taman Sakura Indah Medan. Tempat ini  berfungsi sebagai gereja umat Katolik keturunan Tamil India  di Medan namun karena bentuknya yang unik sehingga menarik wisatawan untuk mampir ke tempat ini. Tidak ada tiket masuk ke dalam Gereja ini ya.





Bangunan utama gereja terdiri dari 2 lantai, lantai dasar adalah aula, dan lantai atasnya barulah bangunan gereja untuk perayaan ekaristi. Ada dua jalur menuju lantai dua, di sisi kiri dan sisi kanan.





Please come to this church when you visit Medan, even though you are not Catholic. This beautiful place is worth to visit.


Tuesday, March 28, 2017

Yummy Breakfast at Aryaduta Medan

May 2016

Memilih penginapan di kota Medan tidak sesulit seperti kami memilih hotel di Parapat dan Tuk-Tuk. Dan pilihan kami jatuh pada Aryaduta Medan karena lokasinya yang cukup strategis (dekat dengan Merdeka Walk dan Grand Palladium Mall)  dan menu sarapannya sangat-sangat bervariasi.

Sarapan penting bagi saya sebelum memulai agenda jalan-jalan seharian, tidak sarapan bisa bikin saya masuk angin. Biasanya saya selalu memastikan memilih hotel yang  menyediakan fasilitas sarapan.

Sarapan di Aryaduta Medan disajikan dalam bentuk prasman. Let the photos speak for itself....











About

Instagram