Saturday, April 16, 2016

Monyet-monyet Ekor Panjang di Bekol

Dec 2015

Taman Nasional Baluran adalah tempatnya para satwa liar seperti banteng, rusa dan monyet. Terutama di Kawasan Pantai Timur Savana Bekol yaitu di Pantai Bama banyak monyet-monyet ekor panjang. Monyet-monyet ini jail sehingga kita harus waspada dengan segala barang bawaan.







Friday, April 8, 2016

Escape to the Wild : Taman Nasional Baluran

Dec 2015

Dari dinginnya Ijen kami melanjutkan perjalanan menuju panas teriknya Taman Nasional Baluran (TNB) yang berada di Situbondo dengan sebelumnya mampir dahulu ke Pondok Rujak Soto yang menyediakan rujak soto. 

Sekitar tengah hari kami sampai di pintu masuk TNB. Harga tiket yang harus dibayar per orang adalah Rp 15.000,- sedangkan untuk kendaraan roda 4 dikenakan biaya Rp 5000,-. Di Taman Nasional ini area yang paling banyak didatangi turus adalah Savana Bekol dan Pantai Bama. Jalanan menuju Bekol belum beraspal, agak sedikit bergelombang tetapi masih cukup baik. Dari gerbang masuk TNB menuju Bekol sekitar 1 jam.

Malam ini kami akan menginap di daerah Bekol yaitu Wisma Banteng yang dapat ditempati 4 orang (kami bayar biaya tambahan 1 orang Rp 25.000,-), dengan pemandangan yang langsung mengarah ke hamparan rumput luas dan beberapa satwa liar seperti rusa, banteng dan kerbau. Jangan khwatir binatang-binatang ini hanya melintas di samping wisma, tidak mengganggu. Yang lebih mengganggu adalah tokek dan serangga-serangga.

Meski TNB sangat  luas dan ada fasilitas menginap, tetapi tidak banyak tempat makan. Di dekat Wisma Rusa ada warung, yang hanya buka sampai sore hari. Sedangkan untuk makan besar kami harus menuju Pantai Bama. Di Wisma Banteng listrik hanya menyala dari jam 18.00 sampai jam 23.00 dan setelahnya gelap-gelapan sampai pagi. 


Review Wisma Bantengnya menyusul ya...


Saturday, April 2, 2016

End of Year Trip 2015 : Ijen & Baluran

Dec 2015

Tidak seperti kantor kebanyakan dimana jatah cuti hanya 12 hari setahun, kantor saya memberi jatah cuti 15 hari setahun yang mana 5 hari cuti bersama Lebaran, 5 hari cuti bersama Natal dan 5 hari cuti pribadi. Sayangnya di tahun 2015 ini mulai berlaku peraturan baru yaitu cuti bersama Natal 5 hari ditiadakan dan cuti pribadinya bertambah menjadi 10 hari. Tapi ya namanya sudah terbiasa bertahun-tahun akhir tahun libur maka 80% teman-teman kantor mengajukan cuti di penghujung tahun. Saya tentunya ga mau kalah donk ya :D

Bersama team member get member ini jadilah kami merencanakan perjalanan ke Ijen untuk melihat si api biru kemudian dilanjutkan ke Baluran. Ternyata hari itu tanggal 30 Desember 2015 banyak yang seperti saya ga mau kalah juga, harus liburan akhir tahun. Soeta padat banget, antrian masuk gate check in mengular, butuh sekitar 2 jam untuk kami dapat sampai di depan meja check in.

Sampai di Juanda kami langsung menuju counter Golden Bird untuk sewa kendaraan menuju Boncafe Gubeng untuk makan siang sekalian rapel makan pagi sekalian menunggu jam keberangkatan kereta dari Stasiun Surabaya Gubeg menuju Stasiun Banyuwangi Baru. Walaupun sering naik kereta api, tapi baru kali ini saya mencoba gerbong ekonomi KA Sri Tanjung. Lumayan berasa juga ya 6,5 jam di kereta ekonomi. Sampai di stasiun Banyuwangi Baru kami sudah ditunggu driver untuk langsung mengantarkan ke Ijen. Dalam perjalanan ke Ijen kami isi perut dulu di Restoran Bajak Laut. Harga makanan di restoran ini hampir sama seperti di Jakarta. Paket ayam goreng Rp 25.000,-

Dalam perjalanan ini kami menggunakan trooper mengingat jalan menuju Ijen cukup ekstrim. Sekitar jam 1 malam kami sudah sampai di pintu masuk Ijen. Pintu masuk penanjakan baru dibuka jam 2 sehingga kami melanjutkan tidur di mobil. Sekitar jam 2.30 kami dibangunkan untuk segera  mengantri tiket. Saat bangun tersebut saya merasa kurang fit, ngantuk dan kedinginan sehingga memilih untuk jaga tas teman-teman di mobil saja alias tidak ikut trekking mencari si api biru. Mengingat perjalanan pertama ke Bromo di mana saya juga kurang fit dan berakhir muntah-muntah jadi lebih baik saya pass dulu d walau sudah jauh-jauh ke sini. Ijen ini lebih dingin dari Bromo dan medannya lebih sulit dari Bromo tetapi pemandangannya lebih spektakuler.

Sekitar satu jam, satu orang teman balik ke trooper, ternyata baru seperempat perjalanan dia merasa tidak kuat dan memutuskan untuk kembali. Dari atas turun sampai ke pos Paltuding itu dia antar oleh motor petugas jagawana. Jam 7 pagi teman-teman baru kembali ke tempat kami dan laporan mereka tidak ada blue fire-nya karena semalam hujan...hahaa..jadi tidak terlalu menyesallah ya hanya menunggu di mobil :D

Setelahnya perjalanan kami lanjutkan ke Taman Nasional Baluran. Kami menginap di Wisma Banteng di daerah Bekol kawasan Taman Nasional Baluran. Cerita tentang Baluran menyusul di post selanjutnya ya...

*****

Sewa kendaraan dapat menghubungi HP 085234068680