Sunday, September 30, 2012

Si Nekad The Naked Traveler

Sep 2012

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan menghadiri acara peluncuran buku “The Naked Traveler 4” oleh Trinity Traveler. Event ini juga bisa dikatakan sebagai event terakhir Trinity tahun ini, tentu saya tidak saya lewatkan donk ya. Jadi mulai Oktober 2012 nanti, Trinity akan untuk jalan-jalan keliling dunia selama satu tahun dengan menggunakan paspor RI yang katanya susah dapat visa di negara-negara tertentu itu.

Naked Traveler adalah satu buku tentang travelling yang beda daripada umumnya panduan perjalanan. Ketika bicara tentang travelling, dalam buku ini tuh nggak hanya yang enak-enak aja yang diceritakan. Nggak hanya yang bagus-bagus yang ditemukan oleh Trinity, nggak semua pantai itu pasirnya putih atau nggak semua pemandangan itu bagus. Bahkan pernah Trinity ikut tour & travel yang jauh-jauh ke luar negeri hanya untuk diminta berfoto dengan pohon pisang!

Dalam seri buku Naked Traveler, Trinity menceritakan pengalamannya dengan gaya bahasa yang asyik, ringan, lucu, dan bukan dalam bentuk panduan how to... Lebih ke pengalaman apa yang dialaminya selama travelling. Tentu beberapa orang mengira bahwa yang paling dibutuhkan jika ingin melakukan perjalanan adalah mempersiapkan uang sebanyak-banyaknya, namun menurut Trinity yang paling dibutuhkan oleh seorang traveller adalah mental, karena dalam perjalanan akan banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan prediksi kita nantinya, dan kita harus mampu beradaptasi dengan semua itu. Nah hal-hal yang unpredictable ini yang banyak diceritakan.

Selain mengisahkan pengalamannya berjalan-jalan ke luar negeri, Trinity juga banyak menceritakan kisah-kisah perjalanannya di Indonesia. Sebagai pecinta laut, Trinity menegaskan betapa Laut Indonesia tak kalah indah dibandingkan negara-negara lain yang pernah didatanginya.

Acara diakhiri dengan book signing dan foto bareng. Seperti dapat dilihat di foto di atas, banyak orang yang menghadiri acara ini, yang mana otomatis antrian tanda tangan dan foto nya panjang sekali, dan saya malas ikutan antri, jadinya langsung jalan cari makan. Saya malah minta tanda tangannya Rini Raharjanti yang juga datang untuk mensupport acaranya Trinity ini. Selesai makan saya balik lagi melewati Void Lantai 3, dan ketemu dengan Trinity yang sedang siap-siap balik, langsung deh minta foto secara sudah sepi :D

Saturday, September 1, 2012

Kuliner Pasar Semawis

Semarang 2012
Semawis (Semarang Untuk Pariwisata) merupakan salah satu pusat jajanan di daerah Pecinan Semarang. Berupa jalan gang yang di kanan kirinya terdapat stand-stand penjual makanan dan minuman. Pasar ini muncul dari ide perkumpulan Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata).
Pasar Semawis sekarang hanya buka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00-23.00 di Gang WarungSetiap akhir pekan saat Pasar Semawis digelar, beberapa jalan di Pecinan ditutup salah satu ujungnya, seperti jalan Gang Besen, Gang Tengah, Gambiran, Gang Belakang dan Gang Baru. Jalan - jalan yang ditutup ini digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung. Dari daerah Simpang Lima sekitar 20 menit sampai ke tempat ini, melewati Pasar Johar dan tidak jauh dari Pasar Semawis bisa ditemui Gang Lombok yang terkenal dengan Lumpia-nya.

Makanan yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada kuliner khas Semarang tetapi juga makanan yang mewakili komunitas Arab, India dan tentunya masakan oriental Pecinan. Ada nasi campur, bubur, sate, empek-empek, bakmi, es puter, es conglik, es marem, zuppa soup, nasi pecel, nasi kari, soto, aneka seafood dan banyak banyak banyak lagi.
Saat kami tiba jam 18.00, tempat ini masih sepi, baru beberapa stand yang buka, datangnya kepagian nich. Enaknya datang beramai-ramai, acara santap bisa lebih asyik dengan tiap orang memesan hidangan yang berbeda-beda dan saling icip. Begitu banyak jenis hidangan yang ditawarkan, makan sendiri pasti kekenyangan d. Harganya juga tidak terlalu mahal.

Pernah ketemu nasi campur ini di Jakarta?^^
Es Marem
Es Marem ini merupakan kombinasi dari kolak, air jeruk, dan es teler. Isinya ada kelapa muda, kolang kaling, buah atep, nangka, cincau hitam, selasih, es serut, dan satu lagi yang membuat es marem ini beda dari yang lain yaitu irisan tape singkong yang diselai yang dipotong dadu sehingga tape tidak lembek, terasa kenyal. Kuahnya ada dua pilihan, kuah santan atau kuah jeruk, tergantung lebih selera yang mana. Yang saya coba yang kuah jeruk, seger banget. Harganya Rp 15.000,-/porsi

***
Harus diperhatikan label halal dari setiap standnya