Showing posts with label Indonesia - Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Indonesia - Sumatera Barat. Show all posts

Sunday, June 18, 2017

11:30 PM 0

Pantai Air Manis & Jembatan Siti Nurbaya

Mar 2017

Malin Kundang dan Siti Nurbaya itu dongeng atau kisah nyata??

Di balik cerita rakyat dan legenda Batu Malin Kundang ternyata batu ini memang ada dan terletak di Pantai Air Manis. Sedangkan novel karangan Marah Rusli yang berjudul “Siti Nurbaya, Kasih Tak Sampai” itu ternyata terinspirasi dari tokoh nyata.

Pantai Air Manis di mana terdapat Batu Malin Kundang dan Jembatan Siti Nurbaya inilah yang menjadi tujuan akhir kami di Sumatera Barat. Dinamakan Jembatan Siti Nurbaya mungkin karena di seberang sungai ini, beberapa meter sebelum puncak Bukit Gunung Padang, terdapat sebuah ceruk yang dipercaya sebagai makam Siti Nurbaya.

Batu Malin Kundang ini terkikis oleh ombak laut. Di tepi Pantai Air Manis, ada kios yang menjual berbagai suvenir, makanan dan keong.

Saturday, June 17, 2017

6:18 AM 0

Pondok Flora & Kilang Kopi Kiniko

Mar 2017

Dari derasnya hujan di Lembah Harau kami menuju ke Kilang Kopi Kiniko setelah sebelumnya makan siang di RM. Pondok Flora. Rumah makan ini recommend banget, kami hanya menghabiskan Rp 152.000 untuk porsi makan 5 orang. Bukan porsi makan diet ngirit loh. Rasanya pun cukup enak dibanding dengan RM Padang lainnya (sebenarnya masalah rasa ini masalah selera sich ya).

Kilang Kopi Kiniko berlokasi di Tabek Patah. Tempatnya kalau dari jalan raya harus masuk dalam gang. Berbeda dengan di Lembah Harau yang sejuk, maka di Kiniko ini matahari terik membara, panas bangetlah siang itu. Mau foto-foto aja sudah males karena panasnya.

Ada dua bangungan utama di tempat ini, yaitu satu bangunan berupa kilang / pabrik yang berfungsi untuk memproses kopi. Bangunan satu lagi berupa toko merangkap kedai kopi yang menjual Kopi Kiniko, kayu manis dan berbagai produk makanan kecil, gantungan kunci, kalung dan pernak pernik souvenir lainnya.

Di bagian dalam kedainya tersedia panci / gentong yang berisi  teh daun mulberi dan juga teh daun kopi. Para pengunjung bebas untuk mencicipi teh-teh ini, free flow, hanya dikenakan biaya kurang dari Rp 5.000,- (lupa tepatnya berapa :D). Saya tidak mencoba ya, karena dari baunya saja sudah tidak enak. Walaupun demikian teh-teh ini sangat berkasiat, seperti teh daun kopi untuk menetralisir lemar dan menyegarkan badan. Sedangkan teh daun murbei dapat menurunkan demam, sakit kepala dan darah tinggi.

Wednesday, May 31, 2017

4:00 PM 0

Kemegahan Istano Basa Pagaruyung

Mar 2017

Berlokasi di Batu Sangkar, Istano Basa Pagaruyung yang berdiri saat ini ternyata adalah replika. Istana yang aslinya telah ludes terbakar dan berada di lokasi yang berbeda dari Istana yang sekarang. Istana tiga lantai ini berada persis di sisi jalan raya sehingga mudah dijangkau. Tiket masuknya pun tidak terlalu mahal, yaitu Rp 7.000,-/orang.

Bangunan berupa rumah gadang sama seperti di Minangkabau Cultural Center (MCM) hanya saja jauh lebih besar dan megah. Para pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat Minangkabau untuk berfoto di dalam dan di luar Istana dengan biaya yang lebih mahal dari di MCM.

Lantai pertama berupa ruangan memanjang di mana terdapat berbagai pusaka, kamar-kamar tidur dan singgasana. Lantai dua adalah kamar anak perempuan raja yang belum menikah dan lantai tiga adalah ruang penyimpanan. Makin ke atas ruangannya makin kecil.

Yang unik adalah bendera kerajaan sama warnanya dengan bendera negara Jerman loh :D . Warna kuning, merah dan hitam ini melambangkan tiga daerah atau ada juga yang melambangkan tiga karakter daerah asli orang Minang (Pariangan, Agam dan 50 Kota).

lantai pertama berupa ruangan luas yang memajang berbagai benda dalam etalase, kamar-kamar, dan sebuah singgasana dibagian tengah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7
lantai pertama berupa ruangan luas yang memajang berbagai benda dalam etalase, kamar-kamar, dan sebuah singgasana dibagian tengah.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/suci_rifani/cerita-dari-istana-basa-pagaruyung_57c65dc4b27e61d014041b7a

Monday, April 17, 2017

8:26 PM 0

Lembah Harau, Gunuang Sansai Bakuliliang

Mar 2017
Perjalanan hari kedua dari Bukittinggi menuju Payakumbuh hingga ke Lembah Harau itu gunung-gunung (eh gunung apa bukit ya :D) bakuliliang alias berkeliling di sekitar kita. 

Untuk memasuki kawasan Lembah Harau kami dikenakan retribusi per orang Rp 5.000,-. Di Lembah Harau ada beberapa air terjun dan kolam pemandian. Kami hanya sempat mengunjungi Sarasah Akar Berayun untuk berfoto sebentar karena hujan gerimis yang berubah cepat menjadi hujan deras. 

Bagi para pecinta air terjun, tebing-tebing tingi dan wisata alam silahkan kunjungi Lembah Harau.
Air Terjun Lembah Harau

Saturday, April 15, 2017

8:00 PM 0

Minangkabau Cultural Center

Mar 2017

Setelah kenyang mencicipi Sate Mak Syukur, kami langsung beranjak menuju Minangkabau Cultural Center atau Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang berlokasi di Padang Panjang. Jadi PDIKM ini bisa dikatakan sebagai museum yang berisikan segala dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan kebudayaan Minang.

Bangunan PDIKM berbentuk Rumah Gadang besar dengan halaman yang luas. Di bagian bawah Rumah Gadang ini terdapat Pelaminan Minang. Mereka menyewakan pakaian-pakaian adat kepada pengunjung dengan biaya Rp 25.000/orang. Kemudian setelah didandani lengkap dengan sunting dapat berfoto di pelaminan. Jika difoto oleh fotografer yang berada di sana dikenakan biaya lagi, biaya untuk cetak fotolah bisa dibilang. 

Pada saat kami datang ada rombongan berpuluh-puluh orang yang antri menyewa pakaian dan berfoto di lantai bawah dan kemudian lanjut berfoto di lantai atas.

Saya mah nontonin aja mereka, lumayan heboh loh walau sudah cukup dewasa :D

Kemudian jadi fotografer untuk teman-teman ini. Kenapa saya tidak ikut sewa pakaiannya? Ya karena itu pakaian kan abis dipake orang-orang ramai itu, yang pasti keringetan ya karena sumpek banget di bawah sana, jadi ya begitulah..hehe..kecuali itu baju baru dari laundry bolehlah ;)

Wednesday, April 12, 2017

5:45 AM 0

Mencicipi Sate Mak Syukur

Mar 2017
Sate Mak Syukur
Sate Mak Syukur di Kota Padang Panjang disebut-sebut yang paling enak dan melegenda di kalangan wisatawan. Kalau dalam perjalanan dari Padang ke Bukit Tinggi katanya harus mampir ke rumah makan ini. Kalau dulu Mak Syukur harus berkeliling menjajakan satenya, sekarang orang-orang yang bela-belain datang dari berbagai kota untuk makan di Sate Mak Syukur, termasuk keluarga Presiden SBY.

Okay jadi gimana rasa sate ini? Ga suka kakak....


Dagingnya empuk dan bumbunya meresap ke dalam daging, tapiii kuah kuning kentalnya itu loh, kurang cocok buat saya yang terbiasa makan sate dengan bumbu kacang. Agak mirip dengan kuah Martabak Tambinya Palembang seingat saya (sudah bertahun-tahun lalu mencicipi Martabak Tambi ini). Jumlah sate yang disajikan 8 tusuk dengan harga Rp 25.000,-

ps :
Awalnya saya kira bahwa Mak Syukur itu artinya “Emak” yang berarti Ibu Syukur. Tetapi setelah hari keempat saya tiba di Padang, baru saya tahu, panggilan “Mak” merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yaitu panggilan untuk laki-laki dewasa :D

Tadinya, saya berpikir bahwa Mak Syukur itu artinya “emak” dalam bahasa Jakarta, yang berarti ibu. Tetapi setelah saya tiba di Padang Panjang, tempat sate Mak Syukur itu berasal, baru saya tahu, panggilan “Mak” dalam Sate Mak Syukur merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yang itu adalah panggilan untuk laki-laki dewasa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarzainudin/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur_5500c1f28133116619fa7d94
Tadinya, saya berpikir bahwa Mak Syukur itu artinya “emak” dalam bahasa Jakarta, yang berarti ibu. Tetapi setelah saya tiba di Padang Panjang, tempat sate Mak Syukur itu berasal, baru saya tahu, panggilan “Mak” dalam Sate Mak Syukur merupakan kepanjangan dari “Mamak”, yang itu adalah panggilan untuk laki-laki dewasa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/akbarzainudin/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur_5500c1f28133116619fa7d94

Sunday, April 9, 2017

11:03 PM 0

Aie Mancua Lembah Anai

Mar 2017
Air Terjun Lembah Anai
Lembah Anai terletak antara Kota Padang dan Bukit Tinggi. Air terjun ini dikatakan sangat istimewa karena terletak di tepi jalan. Di tepi jurang tidak jauh dari air terjun ada beberapa monyet yang menunggu diberi makan.

Biaya masuk yang dikenakan bagi para wisatawan juga cukup murah yaitu Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Dari beberapa blog dan artikel yang saya baca sebelum berangkat, semuanya menggambarkan keindahan Lembah Anai ini, hanya saat sampai di sana ntah kenapa saya berasa air terjun ini terlihat biasa saja ya, mungkin memang saya tidak pandai menikmati alam :)>-

Tidak berlama-lama di sini, ya karena bingung juga lama-lama mau ngapain lagi. Tidak jauh setelah melewati Lembah Anai, ada pemandian unik terletak persis di pinggir jalan


Kami kira itu semacam pemandian air panas, karena Kabupaten Tanah Datar ini lumayan sejuk agak dingin gitu. Ternyata itu pemandian air biasa yang menurut Uda Haikal airnya dingin banget. Aduh main air dingin plus ditonton orang lewat lalu lalang, engga deh ya....Akhirnya kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bukit Tinggi melalui Padang Panjang.

Friday, April 7, 2017

6:03 AM 0

Sumatera Barat dalam 4 Hari

Mar 2017

Rencananya perjalanan 4 hari 3 malam kami akan mengikuti rute berikut :

Hari 1 : Menginap di Grand Rocky Hotel - Bukit Tinggi
Minangkabau International Airport
Soto Garuda
The Minangkabau Cultural Center

Hari 2 : Menginap di Aie Angek Cottage - Bukit Tinggi
Ngarai Sianok
Gua Jepang
Jam Gadang
Pasar Atas Bukit Tinggi
Nasi Kapau Uni Lis
Danau Maninjau

Hari 3 : Menginap di D'Oxville Hotel - Padang
Kilang Kopi Kiniko
Istana Basa Pagaruyung
Danau Singkarak

Hari 4 : 
Pantai Air Manis
Jembatan Siti Nurbaya
Toko Oleh-oleh Christine Hakim
Minangkabau International Airport

Pada kenyataannya ada sedikit perubahan, karena hari ketiga kami akan kembali ke Padang, maka rute perjalanan ditukar dengan rencana hari kedua. Jadi rute hari ketiga di atas tersebut lumayan lama perjalanan, sedangkan target kami sekitar jam 7 malam harus sudah sampai Kota Padang lagi.

Untuk kendaraan kami menggunakan jasa Uda Haikal (HP 085210851086). Lumayan OK lah nyetirnya, tidak seperti  supir bus AKAP. Rekomendasi tempat makannya lumayan, hanya kurang tahu latar belakang tempat-tempat yang kami kunjungi.

Harga sewa Innova plus supir di luar BBM Rp 500.000/hari. Biaya penginapan karena perjalanan keluar kota (si Uda home basenya di Padang) Rp 140.000/malam. Makan siang dan malam ikut kami.



Wednesday, April 5, 2017

4:30 PM 0

Ranah Minang Rancak Bana

Mar 2017

Akhirnya selesai juga post terakhir dari perjalanan ke Sumatera Utara..hehehee..beneran hampir kaya cicilan kartu kredit 12 kali, ini 11 kali post aja cukup :p Nah karena sudah lunas berarti saatnya berlanjut ke seri jalan-jalan ke Sumatera Barat. Tenang ini bukan late post lagi, lumayan masih fresh.

Istana Pararuyung
Harpitnas akhir Maret kemarin kami memutuskan menjelajah Pulau Sumatera kembali, mengunjungi Padang - Bukit Tinggi dan daerah-daerah sekitarnya. Sumatera Barat itu ternyata lumayan luas ya, perjalanan bisa berjam-jam. Agak-agak jenuh di dalam mobil. Hanya saja jalanannya bisa dibilang lurus-lurus tidak terlalu berkelok-kelok seperti perjalanan dari Medan ke Danau Toba, ga gitu mabok di jalan jadinya.
Pantai Muaro Lasak - Padang

Perjalanan 4 hari 3 malam cukup banget untuk puasa makan masakan padang 6 bulan ke depan kayanya..hehehe..Ternyata yach beda daerah, beda rumah makan, beda rasa banget. Menu-menu yang ditawarkan juga lebih banyak dari Rumah Makan Padang di Jakarta. Dari beberapa tempat yang paling juara rasanya (cocok di lidah saya) adalah di Pondok Flora, Batusangkar.
Jam Gadang

Pemesanan hotel kami lakukan seminggu sebelum keberangkatan, yang ternyata sudah susah mendapatkan kamar. Beberapa hotel yang di-recommend di Bukti Tinggi, seperti Grand Rocky dan Novotel sudah full booked untuk 2 malam (kami menginap 2 malam di Bukit Tinggi dan 1 malam di Padang). Sedangkan untuk Grand Royal Denai Hotel ntah kenapa tidak bisa reservasi lewat Agoda dan Traveloka.
Batu Malin Kundang - Pantai Air Manis

Akhirnya kami reservasi 2 malam di Aie Angek Cottage. Dua hari sebelum berangkat, iseng-iseng cek Agoda lagi, ternyata di Grand Rocky ada kamar untuk 1 malam, langsung book dan cancel 1 malam di Aie Angek, yang mana ternyata keputusan yang tepat. Aduh Aie Anggek Cottage ini overrated dan overpriced lah.

Lanjut ke postingan setelah ini ya untuk tempat-tempat yang kami kunjungi, baik tempat wisata, kuliner dan penginapannya.

***