Thursday, May 9, 2013
Friday, March 22, 2013
Sampek Engtay : Bukan Cinta Yang Biasa....
New
GKJ Mar 2013
Teater Koma kembali menggelar lakon Sampek Entay yang akan memasuki usianya yang ke-25 pada bulan Agustus 2013. Sampek Engtay sendiri adalah kisah tragedi cinta legenda Cina, yang dalam pementasan ini disesuaikan dengan mengambil lokasi di kawasan Banten dan Betawi.
Pementasan diawali oleh dalang, Emanuel Handoyo menyampaikan narasi yang dibawakan
penuh canda sehingga mengundang gelak tawa. Dan kemudian muncul tokoh pria, Dudung Hadi yang memprotes narasi dalang yang mengatakan bahwa cerita Sampek Engtay yang diceritakan berasal dari Serang. Bpk Dudung Hadi ini juga sempat curcol bahwa pekerjaan sehari-harinya sebagai pembasmi hama.
Inti cerita mengenai kegagalan cinta sepasang kekasih ini diawali dengan seorang gadis bernama Engtay, putri keluarga Ciok yang bermukim di Serang yang sangat ingin bersekolah, dengan segala cara Engtay berusaha meyakinkan orangtuanya agar
diizinkan menuntut ilmu ke Betawi. Ayahnya pernah berkata bahwa jika Engtay berhasil menipunya maka ia akan diizinkan pergi.
Dengan bantuan dayangnya Suhiang, Engtay menyamar menjadi pria penagih hutang dan sukses menipu ayahnya, sehingga dengan berat hati keluarganya mengizinkannya bersekolah di Betawi, meski untuk itu ia terpaksa menyamar
menjadi lelaki. Dalam perjalanan, Engtay berkenalan dengan Sampek, pemuda asal Pandeglang yang
juga punya niat sama bersekolah di Sekolah Putra Bangsa Betawi. Keduanya saling mengangkat saudara atas inisiatif Engtay.
Selama setahun menuntut ilmu bersama, Engtay mulai menaruh hati pada Sampek yang dianggapnya pria polos baik hati.
Engtay membuka penyamarannya dan mengakui bahwa ia mencintai Sampek dan ternyata Sampek pun mencintai Engtay.
"bulan dan mentari
pasangan alam abadi
kembang dan kumbangnya
saling membutuhkan cinta
sepasang angsa di kolam
kita berdua di sini
dekat, berpandangan"
Nasib berkata lain, saat siap mencinta Engtay dipanggil pulang karena telah dijodohkan oleh
orang tuanya dan harus kembali ke Serang segera. Engtay berpesan kepada Sampek agar dalam dua tambah delapan hari, tiga tambah tujuh hari, empat tambah enam hari Sampek harus menyusulnya ke Serang untuk melamarnya.
Sampek salah mengartikan pesan Engtay tersebut dengan menjumlahkan semuanya menjadi tiga puluh hari, sedangkan maksud Engtay adalah sepuluh hari. Tentu saja sudah terlambat bagi Sampek, pernikahan Engtay sudah diatur. Sampek pun kecewa dan jatuh sakit hingga akhirnya
meninggal.
Saat hari pernikahannya, iringan tandu pengantin Engtay melewati makam Sampek, Engtay berdoa di depan makam dan meminta agar pintu makamnya terbuka jika mereka memang berjodoh. Permintaan ini ternyata menjadi
kenyataan dan Engtay pun masuk ke dalam makam untuk bersatu dengan
jasad Sampek. Mereka pun ceritanya akhirnya menjelma menjadi sepasang
kupu-kupu dalam kehidupan yang lain.
Teater Koma membawakan cerita secara komedi dengan gaya Betawi dan bahkan sedikit menyelipkan gaya Sunda dan Batak. Nyonya Nio, ibu Sampek tampil dengan dialek Batak yang kental sedangkan ayahnya, Nio berdialek Sunda. Musik yang
dilantunkan pun tidak semua bernuansa Cina, ada hentakan
gendangnya seperti lagu Sunda atau Betawi, yang berbaur menghadirkan harmoni unik menyesuaikan tingkah laku
pelakon di panggung .
Ade Firman Hakim (pemeran Sampek) berhasil menampilkan
karakter pemuda polos, kaku, yang hanya hobi belajar dengan membawa buku tebal ke mana-mana. Saat mengetahui bahwa Engtay sebetulnya adalah seorang gadis, Sampek sangat terkejut tetapi rasa ingin tahunya
memaksanya untuk ingin melihat tubuh polos Engtay.
Tangisan membahana sewaktu pintu makam terbuka dan Engtay masuk kedalamnya, kemudian sepasang penari dengan kostum kupu-kupu keluar, bersamaan dari atas panggung muncul puluhan hiasan kupu-kupu. Begitu pula
kupu-kupu kertas disebarkan di area tempat duduk penonton.
Puas menonton pementasan Teater Koma ini, selain terhibur dengan cerita yang awalnya dikira bakalan serius-serius, ternyata lucu banget, tidak menyesal beli tiket yang lumayan mahal itu. Hanya satu concern yaitu pada artikulasi kata saat Tuti Hartati (pemeran Engtay) bernyanyi yang agak kurang jelas terutama saat awal lagu.
***
some pics are taken from Sampek Engtay's booklet-Teater Koma
Wednesday, March 20, 2013
Happy Day Restaurant
New
Mar 2013
Happy Day Restaurant...Every day is a happy day!
Happy Day Restaurant...Every day is a happy day!
Family Restaurant yang berlokasi di Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta Pusat ini menyajikan variasi menu Western, Chinese dan Indonesian, tapi sepertinya menu andalannya adalah Western Food.
Desain ruangan restoran yang berkesan cozy dengan konsep open kitchen, berlantai kayu dan terdapat replika pepohonan menjadikan
suasana teduh dan nyaman. Dekorasi ruangan cukup unik dengan lampunya yang
terbuat dari ember besi terbalik dan ada seperti kincir angin di bagian
langit-langit.
Pelayanannya tergolong ramah, tidak perlu menunggu terlalu lama sampai makanan tersajikan, yang paling
lama adalah Salmon Steak. Sedikit concern karena mereka mengeluarkan makanannya tidak berurutan
dari appetizer, main course lalu dessert. Dari pesanan kami yang pertama keluar adalah Hainam Chicken Rice, Spaghetti Marinara, Es Campur, Zupa Soup, Tenderloin Steak, Mushroom Soup dan yang terakhir Salmon Steak.
Porsi Hainam Chicken Rice-nya cukup besar dengan nasi hainam yang gurih. Nasinya pun terasa pas, tidak lembek tidak juga kering, potongan dada ayam rebus nya empuk sedikit terasa jahe, dan kuah kaldunya nice. Spaghetti Marinara-nya berisi topping kerang dan potongan daging ikan.
Zupa soup-nya cukup enak, tetapi masih lebih enak yang di The Valley Bandung. Mushroom soup-nya berupa cream soup dengan isian
potongan smoke beef, wortel, jagung dan kentang cukup creamy tetapi agak sedikit kurang gurih. Roti puff-nya cukup lembut saat
dipadukan dengan soup-nya.
Restaurant ini punya salad bar yang sistemnya hampir sama seperti yang ada di Pizza Hut yaitu kita hanya boleh satu kali mengambil. Banyak variasi yang ditawarkan mulai dari salad buah seperti apel, semangka, melon, olive;
sayur-sayuran seperti jagung, selada, tomat, brokoli, wortel, kentang; ada juga pasta penne, telur, parmesan cheese,
dan cheddar cheese.
Dressingnya juga banyak pilihannya seperti
thousand island, mayonnaise, olive oil dan
vinegar. Ada roti kering yang dipotong kecil-kecil
sebagai pelengkap. Tetapi ntah mengapa sepertinya kurang mengundang
selera sajian salad barnya, mana ada lalatnya di beberapa mangkok :|
| Bonus Protein |
Memang benar tempat ini bikin happy. Suasana restorannya yang nyaman, makanan yang cukup enak, ditambah harga yang affordable. Akan kembali untuk mencoba menu dim sum-nya :D
***
Tenderloin Steak 67,9K
Salmon Steak 56,9K
Es Campur 14,9K
Mushroom Soup 13,9K
Zupa Zupa Soup 14,9K
Spaghetti Marinara 23,9K
Salad 15K
Hainam Chicken Rice 27,9K
***
Tenderloin Steak 67,9K
Salmon Steak 56,9K
Es Campur 14,9K
Mushroom Soup 13,9K
Zupa Zupa Soup 14,9K
Spaghetti Marinara 23,9K
Salad 15K
Hainam Chicken Rice 27,9K
Friday, February 22, 2013
Gua Maria Karmel Lembang
New
Feb 2013
Gua Maria Karmel terletak di Jl Karmel II/51 Lembang, lokasinya di sebelah Hotel Pesona Bamboe (sebelah kiri jalan satu arah). Dari lantai 2 bungalow Hotel Pesona Bamboe tempat kami menginap dapat terlihat bangunan Griya Fatima, Kapelnya terletak di sebelah Griya.
Di dalam kompleks ini ada Biara Pertapaan Suster-suster dari Ordo Carmelit (OCD), Kapel Santa Maria Fatima dari Gunung Karmel dan Gua Maria lengkap dengan jalur jalan salib yang berupa taman, dan ada juga Patung Pieta Yesus.
Di dalam kompleks ini ada Biara Pertapaan Suster-suster dari Ordo Carmelit (OCD), Kapel Santa Maria Fatima dari Gunung Karmel dan Gua Maria lengkap dengan jalur jalan salib yang berupa taman, dan ada juga Patung Pieta Yesus.
Suster-suster OCD ini adalah pertapa sehingga peziarah harus menjaga ketenangan saat berada di wilayah ini, ziarah tidak dilakukan dalam rombongan besar dan tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara.
Kami mengikuti Misa pagi jam 08.00 dan homili pasturnya lumayan panjang, penuh dengan sindiran-sindiran tapi lucu juga, jadi ga ngantuk :p Kapelnya tidak terlalu besar, tapi petugas koornya banyak dan suaranya bagus. Dan ada sisi/ruangan khusus di samping bawah altar tempat Suster-suster OCD. Tidak ada kursi, hanya alas karpet, jadi saat umat duduk mereka berlutut, aduh ga kesemutan dan kram apa ya.
Tuesday, February 12, 2013
The Valley Bistro Cafe
New
Feb 2013
The Valley Bistro Cafe located at Jl Lembah Pakar Timur 2, Bandung. The location is great, has a lovely ambiance and atmosphere to hangout. They offering various menus : Western, Oriental, Japanese and Indonesian Food.
The Valley Bistro Cafe located at Jl Lembah Pakar Timur 2, Bandung. The location is great, has a lovely ambiance and atmosphere to hangout. They offering various menus : Western, Oriental, Japanese and Indonesian Food.
The Western food we
ordered was tasteless, it also served cold. The zuppa soup was a little bit salty. The price is quite pricey.

















